Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 30 Jan 2026 - 16:55:53 WIB
Bagikan Berita ini :

AO PNM Mekaar Tekadkan Cita-Cita Mulia Sejak Usia Belia

tscom_news_photo_1769766953.jpg
Jeni Adilasari penerima penghargaan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Setiap pukul tiga dini hari, ketika sebagian besar anak seusianya masih terlelap, Jeni Adilasari sudah terbiasa terjaga. Di sebuah rumah sederhana di Bojonegoro, sejak duduk di bangku SMP ia membantu ibunya membungkus nasi untuk dijual. Beberapa bungkus tak hanya dititipkan ke warung, tetapi juga ia bawa sendiri ke sekolah untuk ditawarkan ke teman-temannya.

Hari-hari Jeni diwarnai perjuangan. Hidup tak pernah benar-benar memberi ruang untuk pilihan lain selain membantu. Sepulang sekolah, ia kerap tak menemukan ibunya di rumah. Hingga suatu sore, rasa penasaran membawanya bertanya pada tetangga. Jawabannya sederhana, namun membekas kuat di ingatannya, ibunya sedang “sekolah” di Mekaar.

Di lingkungan tempat tinggalnya, “sekolah” bukan berarti ruang kelas dengan papan tulis. Itulah istilah warga untuk menyebut Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) para nasabah PNM Mekaar, ruang belajar bersama ibu-ibu untuk mengelola usaha, keuangan, dan harapan. Dari situlah Jeni mulai memahami bahwa ibunya bukan sekadar berjualan, tetapi sedang berjuang membangun masa depan keluarga.

“Sejak itu saya punya tekad. Kalau ibu-ibu seperti ibu saya saja mau belajar dan berani bermimpi, saya ingin suatu hari bisa berdiri di samping mereka,” kenang Jeni.

Niat itu tak pernah surut. Setelah lulus SMA, Jeni tak ragu melangkah mendaftar sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar. Baginya, Mekaar bukan sekadar tempat bekerja. Program itulah yang membantu ibunya mendapatkan modal, belajar mengelola usaha, dan perlahan menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga mereka.

Lima tahun bergabung, Jeni bukan hanya menyaksikan perubahan pada nasabah-nasabah yang ia dampingi, tetapi juga pada dirinya sendiri. Ia menyimpan daftar impian, hal-hal yang dulu terasa mustahil dan satu per satu mulai tercentang. Dari membantu ekonomi keluarga, menjadi tumpuan bagi adik-adiknya, hingga mimpi yang paling ia simpan rapat yaitu menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Impian itu akhirnya terwujud pada Januari 2026. Melalui program Employee Reward PNM, sebagai bentuk apresiasi kinerja terbaik, Jeni mendapatkan kesempatan umrah gratis, sebuah hadiah yang tak pernah ia bayangkan saat masih membungkus nasi dini hari.

“Dari dulu saya selalu percaya, kalau kita menanam niat baik hal-hal baik semesta akan menemukan jalannya sendiri. Tugas kita cuma satu, konsisten berbuat baik walau perlahan,” tambahnya.

Kini, setiap kali mendampingi para ibu dalam pertemuan mingguan, Jeni seperti melihat ulang potongan hidupnya sendiri. Di antara tawa, catatan kecil, dan cerita perjuangan, ia tahu satu hal, apa yang dulu ia lihat dari ibunya di bangku “sekolah” Mekaar, kini ia lanjutkan dengan membantu lebih banyak keluarga bertahan, tumbuh, dan berani bermimpi.

Mengusung hastag #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement