Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 29 Jan 2026 - 16:45:09 WIB
Bagikan Berita ini :

PNM Optimis Pemberdayaan Jadi Penguat Usaha Ultra Mikro

tscom_news_photo_1769679909.jpg
Pelaku UMKM (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --UMKM sering kali disebut sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Namun, di balik angka kontribusi yang impresif terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja, terdapat realitas yang lebih kompleks terutama pada segmen ultra mikro. Di kelompok inilah ketahanan usaha tidak cukup ditopang oleh pembiayaan semata.

Dari perspektif ekonomi mikro, masalah utama pengusaha ultra mikro bukan hanya keterbatasan modal, melainkan juga keterbatasan kapasitas. Banyak pelaku usaha memiliki akses pasar yang terbatas, pencatatan keuangan yang minim, literasi usaha yang rendah, serta rentan terhadap guncangan eksternal mulai dari fluktuasi harga hingga bencana alam.

Pembiayaan memang penting sebagai bahan bakar awal. Namun tanpa pemberdayaan, modal finansial berisiko menjadi beban. Kredit yang tidak dibarengi peningkatan kapasitas akan sulit mendorong produktivitas, apalagi pertumbuhan usaha.

Pemberdayaan dalam konteks ini mencakup pendampingan usaha, penguatan literasi keuangan, pembentukan disiplin kelompok, hingga penanaman kepercayaan diri sebagai pelaku ekonomi. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan survivability usaha ultra mikro bukan hanya bertahan dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki peluang naik kelas.

Dalam praktiknya, pendekatan terintegrasi antara pembiayaan dan pemberdayaan masih relatif terbatas dilakukan secara konsisten. Salah satu contoh yang menonjol adalah model yang dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Melalui pembiayaan ultra mikro yang disertai pendampingan rutin dan berbasis kelompok, PNM menempatkan para ibu-ibu pengusaha yang tergabung dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) bukan semata sebagai debitur, melainkan sebagai mitra dalam pembangunan ekonomi.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pendekatan tersebut memang menjadi fondasi utama PNM dalam mendampingi usaha ultra mikro.

“PNM meyakini bahwa pembiayaan harus berjalan seiring dengan pemberdayaan. Kami tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga hadir mendampingi, membangun kapasitas, dan menumbuhkan kepercayaan diri nasabah agar usaha mereka bisa bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ekosistem pemberdayaan dan pembiayaan yang dibangun oleh PNM menciptakan multiplier effect yang lebih kuat. Peningkatan kapasitas individu akan berdampak pada produktivitas usaha, stabilitas pendapatan rumah tangga, hingga ketahanan ekonomi komunitas lokal.

“Keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran dana, tetapi dari sejauh mana mereka mampu mengelola, mengembangkan, dan mempertahankan usahanya hingga memberi dampak sosial bagi lingkungan sekitarnya,” tambah Dodot.

Bagi PNM pembiayaan bukan tujuan akhir namun pemberdayaanlah yang akan menentukan apakah pengusaha ultra mikro mampu benar-benar tumbuh dan naik kelas.

Mengusung hastag #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang.

tag: #pt-pnm  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement