Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 18 Apr 2026 - 12:46:04 WIB
Bagikan Berita ini :

Andina Thresia Narang Ajak Masyarakat Bijak Digital dan Tolak Judi Online

tscom_news_photo_1776491164.jpg
Andina Thresia Narang Anggota Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Komisi I DPR RI kembali menyelenggarakan Webinar Literasi Digital bertema “Bijak Digital Tanpa Judi Online” pada Rabu (15/4) pukul 10.00 WIB di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya judi online sekaligus mendorong pemanfaatan ruang digital secara sehat dan bertanggung jawab.

Webinar ini menghadirkan Andina Thresia Narang sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Andina menegaskan bahwa judi online menjadi salah satu ancaman serius di era digital karena penyebarannya semakin luas dan menyasar berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Menurut Andina, perkembangan teknologi digital yang pesat tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga membuka peluang bagi aktivitas ilegal seperti perjudian daring yang kerap dikemas secara menarik dan sulit dikenali oleh masyarakat.

“Judi online sering kali hadir dalam bentuk yang tampak seperti permainan biasa, dengan iming-iming keuntungan instan. Hal ini yang membuat banyak masyarakat, khususnya generasi muda, terjebak tanpa menyadari risiko yang ditimbulkan,” ujar Andina.

Ia menekankan bahwa dampak judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat memicu berbagai permasalahan sosial, seperti kecanduan, gangguan psikologis, hingga konflik dalam keluarga.

Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Andina menegaskan bahwa upaya pemberantasan judi online membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, serta masyarakat luas. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital.

“Literasi digital menjadi kunci agar masyarakat mampu mengenali, memahami, dan menghindari berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk judi online. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat menggunakan teknologi secara lebih bijak dan produktif,” tambahnya.

Selain menghadirkan narasumber dari Komisi I DPR RI, webinar ini juga menghadirkan Gun Gun Siswadi sebagai narasumber akademisi dan praktisi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap berbagai konten digital, termasuk yang berpotensi menyesatkan dan merugikan.

Sementara itu, Usni menyoroti pentingnya pendekatan edukatif dalam mencegah penyebaran judi online, khususnya melalui pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat. Ia menekankan bahwa edukasi yang berkelanjutan dapat menjadi langkah efektif dalam membangun perilaku digital yang sehat.

Kegiatan yang dipandu oleh MC Azizah dan dimoderatori oleh Alyvia Indria Putri ini berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, serta masyarakat umum.

Diskusi yang berlangsung membahas berbagai strategi pencegahan judi online melalui literasi digital serta peran aktif masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang aman.

Sebagai penutup, kegiatan webinar turut dimeriahkan dengan penampilan hiburan dari DG Band, yang menambah suasana hangat dan interaktif selama acara berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal KPM Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya judi online serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Dengan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement