
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syafruddin, memberikan apresiasi atas dimulainya groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Ia menilai, dimulainya proyek ini merupakan momentum bersejarah setelah sempat tertunda selama hampir tiga dekade.
“Kami menyambut baik dimulainya proyek ini di era Presiden Prabowo Subianto. Penantian selama 30 tahun akhirnya membuahkan hasil. Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi kedaulatan energi nasional dan pengembangan ekonomi, khususnya di wilayah Indonesia Timur," ujar Syafruddin di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
Meski demikian, Syafruddin menekankan bahwa peresmian hanyalah permulaan. Ia mengingatkan agar pemerintah dan operator proyek, Inpex Masela, tidak boleh lengah dalam fase konstruksi.
Sebagai anggota Komisi XII yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral, ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan berkelanjutan.
“Proyek ini bukan sekadar angka investasi 20,9 miliar dolar AS. Ada harapan besar rakyat di sana. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan bersama. Kami di Komisi XII akan memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai lini masa (timeline) yang direncanakan dan tidak ada lagi hambatan teknis maupun birokrasi yang membuat proyek ini kembali mangkrak," tegasnya.
Legislator dari Kaltim ini mendesak agar prioritas penyerapan tenaga kerja diberikan kepada masyarakat lokal Maluku dan Tanimbar. Menurutnya, perlu ada program pelatihan vokasi yang masif agar putra-putri daerah memiliki kompetensi untuk mengisi posisi terampil dalam proyek ini.
“Proyek ini harus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat, termasuk melalui peningkatan infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat Tanimbar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syafruddin memuji langkah kolaboratif yang dilakukan pemerintah, termasuk apresiasi terhadap manajemen Inpex Masela yang menunjukkan komitmen kuat. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa efisiensi dan transparansi menjadi kunci agar proyek ini memberikan keuntungan yang adil (fair) bagi investor maupun negara.
"Kami akan terus mengawal jalannya proyek ini. Komisi XII berkomitmen untuk memastikan bahwa investasi besar ini benar-benar menjadi motor penggerak industrialisasi modern di Indonesia dan membawa kemakmuran yang merata bagi rakyat," pungkas Syafruddin.