Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 14 Jul 2015 - 23:59:23 WIB
Bagikan Berita ini :

Politik Dinasti, Agung Laksono  Menyerahkan Sepenuhnya Pada Rakyat 

80agung_laksono.jpg
Agung Laksono (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono mengatakan telah terima hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah menolak Pasal dalam UU Pilkada tentang pembatasan politik calon yang memiliki hubungan darah dengan petahana atau incumbent.

"Ya sudah kami ikut saja, MK punya kewenangan pertama dan terakhir. Kami patuhi saja," kata Agung di DPP Partai Golkar, Slipi, Selasa (14/7/2015) malam.

Kendati demikian, dirinya mengakui Partai Golkar salah satu parpol yang menolak dengan adanya politik dinasti atau masih ada hubungan saudara.

"Sudah jelas dalam UU. Itu yang menolak politik dinasti itu salah satunya Partai Golkar," ungkapnya.

Dengan begitu untuk mencegah terjadinya politik dinasti, dirinya menyerahkan sepenuhnya pada rakyat yang memilih calon kepala daerah.

"Satu partai pengusung, dua rakyat yang memilih. Dari partai kan ada fit and proper test. Kalau kompetensi bagus, tidak ada resistensi itu kan jadi pertimbangan seleksi, untuk cegah penyalahgunaan wewenang," tandasnya. (mnx)

tag: #putusan MK  #politik dinasti  #golkar  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...