Berita
Oleh Diyah Kusumawardhani pada hari Sabtu, 18 Jul 2015 - 22:20:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Fahira Idris dan Presidum AAUI Kutuk Insiden Tolikara

84medium_42fahiraidris.jpg
Fahira Idris (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal DKI Jakarta Fahira Idris bersama dengan presidium lainnya dari Aliansi Alim Ulama Indonesia (AAUI) menyesalkan dan mengutuk keras atas terjadinya insiden Tolikara, Papua pada Jumat (17/7/2015). Demikian bunyi pernyataan tertulis yang diterima TeropongSenayan pada Sabtu (18/7/2015).

Menurut Presidium AAUI, kejadian pembakaran masjid pada saat berlangsungnya shalat Idul Fitri ini dianggap telah melanggar hukum dan prinsip toleransi di Indonesia. Padahal, menurut mereka, umat muslim sendiri telah sangat bertoleransi kepada para nonmuslim.

Untuk itu, Fahira Idris dan AAUI mendesak aparat keamanan untuk segera menangkap para pelaku dan memprosesnya secara hukum. Mereka juga mendesak majelis agama dan para tokoh Kristen agar serius mendidik umatnya untuk menghargai hukum dan toleransi yang diberikan oleh kaum muslimin yang mana mereka mayoritas mutlak di negeri ini. Bahkan, AAUI juga meminta Dewan Gereja Indonesia memanggil pengurus GIDI, untuk dimintai pertanggungjawaban atas suratnya, dan memberi sanksi tegas terhadap oknum pengurus GIDI dan menyerahkan mereka ke pihak yang berwajib.

Selain itu, mereka juga mengimbau semua pihak agar mewaspadai pihak-pihak tertentu yang bermain, mengadu domba antar umat beragama dan menjadikan sentimen agama sebagai komoditas politik, yang akan merusak stabilitas nasional. Serta mengimbau tokoh-tokoh Islam, Kristen dan agama-agama lain, agar mengedepankan kerukunan antar umat beragama dan menjaga toleransi beragama, dalam rangka untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang beradab dan berkemanusiaan.

Untuk diketahui, Presidium AAUI ini terdiri dari 33 orang termasuk Fahira Idris. Adapun diantaranya terdapat Habib Muhsin Alattas, A Cholil Ridwan, Amirsyah Tambunan, Manajer Nasution, Muhammad Lutfi Hakim, Nur Muhammad Iskandar, dan lain-lain. (mnx)

tag: #pembakaran mushola di papua  #intimidasi mayoritas  #kasus intoleransi di Indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Sikap DPR soal Penghapusan SKCK Berarti Buat Rakyat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 03 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Usulan penghapusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diusulkan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mendapatkan respon positif dari DPR. Sikap yang ...
Berita

5 Tahun Tidak Bisa Pulang, Bu Atun Bersyukur Ada Program Mudik Gratis dari BUMN

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Setelah lima tahun menahan rindu untuk pulang ke kampung halaman keluarga di Tegal, Ibu Uswatun Hasanah, atau yang akrab disapa Ibu Atun, akhirnya bisa mewujudkan ...