Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Sabtu, 18 Jul 2015 - 23:46:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Said Aqil Kecewa Jika Benar Ada Aktor di Balik Insiden Tolikara

32said_aqil.jpg
Said Aqil Siroj (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj kecewa dan menyayangkan terjadinya insiden pembakaran masjid di Tolikara, Papua. Hal ini disampaikannya melalui akun media sosial Twitter miliknya, @saidaqil.

Dalam pernyataannya, Said Aqil menyebutkan, Indonesia dalam era globalisasi ini membutuhkan persatuan dan kesatuan yang kokoh. Sehingga, ia berharap agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam konflik SARA.

Ia juga menyebutkan kekecewaannya jika benar ada “aktor intelektual” di balik kejadian ini.

“Itu sangat jahat sekali. Karena sebenarnya bangsa ini adalah bangsa yang berbudaya,” tulisnya, Sabtu (18/7/2015).

Sehingga, untuk mempercepat penyelesaian konflik, Said Aqil meminta aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya.

“Saya berharap pemerintah melalui aparat penegak hukumnya harus segera mengungkap kejadian ini dan menindak pelakunya,” tulisnya mengakhiri kicauan di Twitter. (mnx)

tag: #pembakaran mushola di papua  #intimidasi mayoritas  #kasus intoleransi di Indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...