Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 11 Agu 2015 - 16:44:07 WIB
Bagikan Berita ini :

Jelang Muktamar, Persis Undang Wakil Ketua MPR 

43unnamed.jpg
Maman Abdurrahman (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) Maman Abdurrahnman hari ini, Senin (11/8/2015) menemui Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang.

Kedatangan Maman tersebut untuk mengundang Oesman agar bersedia hadir di Muktamar Persis ke-15 di Jakarta pada tanggal 21 November 2015 mendatang.

Maman mengatakan, dalam penyelenggaraan muktamar nanti, akan ditetapkan soal perjuangan Persis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Persis sangat concern soal NKRI. Persis berkiprah dan berjihad dalam bidang dakwah juga pendidikan, semuanya dilakukan untuk merealisasikan kiprah Persis untuk tetap menjaga keutuhan NKRI," kata Maman di ruang kerja Oesman Sapta di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, tutur Maman, Persis memiliki tanggung jawab untuk menjaga NKRI melalui sarana dakwah Islam. Merupakan sebuah kewajiban bagi Persis untuk terus menjaga kedaulatan NKRI.

"Kami memiliki kewajiban konstitusional, sosial dan moral karena Persis dulu pernah mengembalikan NKRI dengan mosi integralnya," ujarnya.

Merespon hal tersebut, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengatakan, akan berusaha menghadiri undangan jika tidak halangan.

"Saya adalah umat Islam, sebagai muslim saya pasti mendukung setiap kegiatan tentang Islam dan itu adalah kiprah saya dalam ikut memajukan dakwah Islam. Saya harap acaranya akan sukses," kata laki-laki yang biasa disapa Oso itu.

Persatuan Islam (Persis) adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia. Persis didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok orang Islam yang berminat dalam pendidikan dan aktivitas keagamaan yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.

Tujuan didirikannya Persis adalah untuk memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah SAW dan memberikan pandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional yang dianggap sudah tidak orisinil karena bercampur dengan budaya lokal, sikap taklid buta, tidak kritis, dan tidak mau menggali Islam lebih dalam dengan membuka Kitab-kitab Hadits yang shahih.

Persis memfokuskan kiprah gerakannya pada bidang pendidikan. Kini, Persis telah menyiapkan lembaga-lembaga pendidikan berbasis kepesantrenan berjumlah 230 pesantren.(yn)

tag: #persis  #wakil ketua mpr  #oesman sapta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...