Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Minggu, 30 Agu 2015 - 17:03:08 WIB
Bagikan Berita ini :

"Kapal Nunggu Mau Merapat ke Pelabuhan Saja Harus Bayar Rp 1,4 Miliar"

23FuadBawazier-mulkan.jpg
Fuad Bawazier (Sumber foto : Mulkan Salmun)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai, persoalan dwelling time hanya sekelumit kecil dari sekian banyaknya problem pada regulasi pendistribusian barang di Indonesia.

Ia menyebutkan banyak persoalan lain untuk ditelisik yang juga menjadi penyebab biaya ekspor-impor mahal di Indonesia.

"Masalah Dwiling Time itu belum masuk pada masalah masa tunggu kapal di laut untuk merapat ke pelabuhan. Di Indonesia, itu harus bayar. Dan pengusaha dengan hanya nunggu kapal merapat ke pelabuhan bisa bayar seratus ribu dolar atau 1,4 Miliar. Kan berat," ujar Fuad dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat (FSuR) di Kafe Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2015).

Fuad mengakui bahwa yang diceritakannya itu nyata terjadi di sejumlah pelabuhan di Indonesia. Ia menyebutkan salah satunya terjadi di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat.

"Dan yang perlu diingat, masalah ini tidak hanya terjadi di satu pelabuhan. Tidak hanya terjadi di Tanjung Priok, Tanjung Perak dan di Teluk Bayur. Tetapi hampir di seluruh pelabuhan," ucapnya.

Lebih lanjut Fuad mengungkapkan bahwa banyaknya persoalan tersebut berpengaruh pada beban yang harus ditanggung para pengusaha yang menggunakan jasa pendistribusian barang di pelabuhan. Sehingga, bisnis yang dijalankannya di Indonesia menjadi tidak kompetitif.

"Masalah di pelabuhan ini, masalah kronis yang sudah lama sekali," tandasnya.(yn)

tag: #dwelling time  #mafia pelabuhan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...