Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Jumat, 11 Sep 2015 - 14:40:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Dugaan Korupsi di Pelindo II, KPK: Masih Pulbaket

82JohanBudi-tscom.jpg
Johan Budi (kanan) (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum membuka penyelidikan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan PT Pelindo II (Persero) meski telah menerima pengaduan dan sedang melakukan pengumpulan bahan serta keterangan mengenai laporan itu.

"Memang KPK pernah menerima laporan pengaduan terkaitan dengan Pelindo II. Dalam proses itu oleh KPK ditindaklanjut, sampai hari ini saya belum tahu apakah yang ditangani Barekrim Pelindo II itu sama dengan pengaduan yang tahun lalu," kata pelaksana tugas (plt) pimpinan KPK Johan Budi di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2015).

Menurut Johan, laporan pengaduan yang diterima KPK berbeda dengan kasus yang saat ini diusut Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Iya masih pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket). Kalau yang saya tahu di dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang disampaikan oleh Bareskrim itu pengadaan mobile crane di Pelindo II, kalau tidak salah tahun 2012," jelas Johan.

Namun Johan tidak menjelaskan mengenai laporan pengaduan terkait Pelindo di KPK.

"Nah itu tadi kan saya mau cek dulu," ujar Johan singkat.

KPK sebelumnya sudah menerima SPDP terkait penanganan perkara PT Pelindo II oleh Bareskrim Polri. Johan mengatakan SPDP itu merupakan pemberitahuan resmi baik oleh Polri maupun Kejaksaan kepada KPK akan dimulainya penyidikan perkara sejak 2 September lalu.

Penyidik Bareskrim pada 28 Agustus 2015 sudah menggeledah kantor Pelindo II di Tanjung Priok.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP-A/1000VIII/2015/BARESKRIM/Tanggal 27 Agustus 2015, mobile crane yang dipesan 2012 dengan anggaran senilai Rp 45 miliar itu seharusnya dikirimkan ke sejumlah pelabuhan seperti Bengkulu, Jambi, Teluk Bayur, Palembang, Banten, Panjang dan Pontianak.

Namun sampai saat ini, mobile crane tersebut belum dikirim, dan setelah diselidiki ternyata pelabuhan tersebut tidak membutuhkan barang itu sehingga menimbulkan dugaan korupsi senilai Rp 63,5 miliar.

Sedangkan laporan yang disampaikan ke KPK berasal dari serikat pekerja yang melaporkan sejumlah penyimpangan yang dilakukan oleh manajemen PT Pelindo II pada November 2013.(yn)

tag: #korupsi pelindo  #kpk  #rj lino  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...