Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Kamis, 08 Okt 2015 - 06:40:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Ray Rangkuti Sebut Jaksa Agung Sering Terseret Konspirasi Politik

80DSC_0166-2.JPG
Jaksa Agung HM Prasetyo (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Lantaran berasal dari partai politik, posisi Jaksa Agung HM Prasetyo dinilai sulit lepas dari konspirasi politik. Inilah penilaian aktivis Koalisi Masyarakat Antikorupsi, Ray Rangkuti.

"Akibat kursi Jaksa Agung berrasal dari partai tertentu, konflik kepentingan politik jelas ada di dalam jabatan Jaksa Agung saat ini," ujar Ray Rangkuti, Rabu (7/10/2015) di Jakarta. Jaksa Agung juga dinilai gagal ikut memberantas korupsi.

Ray menganggap kinerja Kejaksaan Agung saat ini sudah melenceng jauh dari program nawacita Presiden Joko Widodo. Kejaksaan Agung terbukti sering kalah dalam sidang praperadilan gugatan kasus tindak pidana korupsi.

"Jaksa Agung HM Prasetyo serta Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus telah gagal melaksanakan Nawacita. Kinerja Kejagung bisa dikatakan makin 'mandul'," cetus pendiri Lingkar Madani Indonesia.

Selain itu, Ray juga menilai keberadaan Satgasus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3PTK) tidak optimal. Terbukti, kata dia, masih banyak kasus korupsi kakap yang sepertinya dibiarkan oleh Kejagung.

"Jadi banyak faktor mengapa saya nilai kinerjanya merosot, mulai tidak transparansinya dalam keterbukaan informasi publik penanganan kasus, internal kepemimpinan yang tidak berkualitas, dan ini gagal mewujudkan program nawacita Jokowi," paparnya.

Membaca kondisi itu, Ray mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus-kasus korupsi kakap yang mandeg ditangani Kejagung. Sebab jika tidak dilanjutkan penangannnya jelas merugikan negara.

"Dimulai dari audit evaluasi kinerja Satgassus P3PTK yang masih dibawah standar, lalu KPK bisa ambil alih kasus korupsi kakap yang mandeg," ujar Ray. Dia heran Jaksa di Satgasus yang diklaim Jaksa terbaik menjadi amburadul kinerjanya.

Ray mencontohkan konflik kepentingan politik sulit ditutupi dalam kasus pemindahan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ke Lapas Serang yang beraroma politik. Sebab istri Wawan yakni Airin adalah Calon Kepala Daerah yang diusung Nasdem.

Selain itu, Ray juga mengungkap beberapa kasus yang menyangkut kepala daerah juga dihentikan sementara jelang Pilkada 2015. "Ini kemunduran besar Kejaksaan," tegas Ray Rangkuti dengan geram.(ris)

tag: #prasetyo  #jaksa agung  #ray rangkuti  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...