Berita
Oleh Ilyas pada hari Kamis, 22 Okt 2015 - 20:08:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Di Depan Pansus, BPK Sampaikan Temuan Ketidakhematan Anggaran PT Pelindo II

44BPK.jpg
BPK (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Badan Pemeriksa Keuangan menyampaikan adanya ketidakhematan anggaran PT. Pelindo II, kepada Panitia Khusus Angket Pelindo II. Oleh karenanya, BPK menyerahkan kepada Pansus untuk menindaklanjutinya.

"Saya sampaikan kepada Pansus terkait ketidakhematan di Pelindo," kata anggota BPK, Achsanul Qosasi di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Achsanul menjelaskan jika dalam temuan BPK itu ada pelanggaran hukum maka institusnya menyerahkannya kepada para penegak hukum.

Ia tidak merinci nilai temuan itu, namun dirinya menegaskan temuan tersebut sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Dasar temuan BPK adalah hasil pemeriksaan dan akan berusaha sekuat tenaga memberikan informasi," ujarnya.

Dia mengatakan Bareskrim Mabes Polri meminta BPK menghitung kerugian negara dalam kasus "mobile crane" dan dirinya sudah menandatangani surat tugas pada tanggal 13 Oktober 2015

Menurut dia, dirinya sudah menugaskan petugas BPK untuk menghitung kerugian negara terhadap 10 mobile crane atas permintaan Bareskrim Mabes Polri.

"Kami berjanji melakukannya dengan transparan dan profesional," ujarnya.

Selain itu menurut dia, BPK sedang melakukan audit investigatif JICT, apakah selama ini sudah memenuhi tiga unsur.

Pertama, apakah secara korporasi, Pelindo II sudah menjalankan perintah pemegang saham, kedua apakah Pelindo dalam menjalankan perpanjangan kontrak dengan PT Hutchington sudah menjalankan sesuai kaidah Undang-Undang.

"Ketiga, secara ekonomis, apakah perpanjangan itu menguntungkan negara, masyarakat, dan Pelindo," katanya, dilansir laman Antara.

Semua itu menurut dia akan terjawab setelah BPK selesai melakukan audit investigatif. Dia mengatakan BPK melakukan audit selama 30 hari dan auditor BPK meminta perpanjangan waktu 10 hari.

"Saya setujui karena akan berdiskusi dengan PT. Hutchington, Financial Research Institute dan PT. Bahana," katanya.

Dia mengatakan setelah proses itu selesai maka BPK akan mengeluarkan pendapat terkait hasil audit itu. (iy)

tag: #pansus pelindo II  #pelindo ii  #bpk  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...