Bisnis
Oleh Bara Ilyasa pada hari Jumat, 30 Okt 2015 - 08:54:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi Gabung Trans Pasific, Politisi Demokrat Ini Ragu Untungkan Indonesia

52IMG_20151029_152746_HDR_1446107939029.jpg
Herman Khaeron (Sumber foto : Aris Eko/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Keputusan Presiden Jokowi bergabung dalam koalisi negara-negara pasifik (Trends Pacific Partnership/TPP) membuat Herman Khaeron ragu Indonesia bisa memetik keuntungan. Salah-salah bisa merugikan.

"Lebih baik kita buktikan dulu di MEA (Masyarakat Ekonomi ASEN) tahun depan. Apakah kita bisa memetik keuntungan bergabung pasar bebas atau sebaliknya," ujar Herman Khaeron di gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Herman yang juga politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan bergabung dalam pasar bebas seharus didasari pertimbangan matang bahwa Indonesia benar-benar bisa mendapatkan keuntungan. Bukan sebaliknya.

"Jangan sampai kita hanya menjadi pasar saja. Sebab, Indonesia dengan populasi penduduknya yang besar memang menjadi incaran negara produsen," papar Herman yang juga anggota DPR bidang pertanian, perikanan dan kehutanan ini.

Untuk itu dia sependapat jika bergabungnya Indonesia dalam TPP terlalu terburu-buru. Padahal masih banyak hal yang perlu dipertimbangan dengan matang. Baik mengenai daya saing produk maupun regulasi pemerintah.

Herman justru mengatakan lebih baik Indonesia memgokuskan pada mitra dagang yang sudah terjadi selama ini. Baik dengan Uni Eropa, sesama negara Asia serta mempersiapkan berlakunya era pasar bebas ASEAN.

TPP adalah blok perdagangan bebas Asia-Pasifik yang dirancang oleh Amerika Serikat dan melibatkan 11 negara lainnya (Australia, Jepang, Selandia Baru, Kanada, Meksiko, Singapura, Chile, Malaysia, Peru, Brunei Darussalam, dan Vietnam).(ris)

tag: #tpp  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...