
JAKARTA(TEROPONGSENAYAN) - Di antara yang sedih dengan rencana Pemerintah Presiden Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi bulan ini, adalah mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Pak SBY prihatin, karena beliau sudah berpengalaman 10 tahun menjadi presiden. Apa yang dirasakan Pak Jokowi, pasti beliau sudah merasakan," kata politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul kepada TeropongSenayan akhir pekan, di Gedung Senayan, Jakarta.
Namun begitu, anggota Komisi III DPR ini mengaku akan tetap mendukung Pemerintahan Jokowi-JK walaupun harga BBM tetap naik. "Aku berdoa semoga Pak Jokowi seperti Pak SBY yang selalu diberkati oleh Tuhan," ujarnya. Namun, Ruhut juga mengimbau agar pemerintahan Jokowi bisa melihat kelemahan yang ada di perminyakan Indonesia saat ini.
"Di mana ada kebocoran-kebocoran sekarang, tolong itu disikapi. Contohnya masalah broker, kenapa tidak langsung kita yang pegang saja sih," kata pemeran si Poltak Raja Minyak ini. Jangan Menyusahkan Wakil Ketua Komisi II DPR, Ahmad Riza Patria juga mengingatkan agar Presiden Jokowi tidak mengeluarkan kebijakan yang jelas-jelas tidak menyusahkan rakyat. "Belum ada upaya menghapus mafia migas, malah akan menaikkan harga BBM dan menghapus subsidi, itu jelas menyusahkan rakyat kecil," paparnya.
Mantan Ketua KNPI mengaku bisa memahami kenaikkan harga BBM asalkan ada alasan kuat dan argumen yang jelas. "Kita pastikan F-Partai Gerindra di DPR akan menolak rencana kenaikan harga BBM jika tidak ada alasan yang kuat," paparnya.
Pemerintah, lanjut putra Ketua MUI, Amidhan ini, hanya menjelaskan ABPN akan jebol jika subsidi BBM tidak dicabut. "Mestinya, ada opsi lain guna menghindari pencabutan atau pengalihan subsidi," imbuhnya. (ec/b)