Berita
Oleh Emka Abdullah pada hari Minggu, 11 Jan 2015 - 19:52:37 WIB
Bagikan Berita ini :

Pilih Budi Gunawan Jadi Kapolri, Nasih Sebut Jokowi Tidak Pro Pemberantasan Korupsi

91M Nasih.jpg
M Nasih (Sumber foto : Emka Abdullah/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Langkah Presiden Joko Widodo memilih Konjen Pol. Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri serta meminta DPR menyetujuinya, menuai kontroversi. Dimata pengamat politik M Nasih itu bukti Jokowi tidak pro pemberantasan korupsi.

"Budi Gunawan termasuk salah satu jenderal polisi yang diduga punya rekening gendut. Masak Jokowi bersepekulasi seperti itu," ujar M Nasih yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah kepada TeropongSenayan, Minggu (11/10/2015) di Jakarta.

Nasih menambahkan, Jokowi mestinya memilih calon Kapolri benar-benar bersih sehingga tidak menambah bebab pemerintahannya. "Jika nanti akhirnya Budi Gunawan terpilih jadi Kapolri, tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari pemerintahan Jokowi," lanjut Nasih.

Menurut Nasih, jika Jokowi menginginkan figur yang bersih dan berintegritas sebagai calon Kapolri, pasti tidak akan kekurangan stok. Nasih mengingatkan integritas seharusnya jadi pertimbangan. "Jangan hanya atas pertimbangan kedekatan," ujar M Nasih.

Sebagaimana diketahui, Komjen Pol. Budi Gunawan dikenal dengan dengan kalangan PDIP. Budi juga pernah menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri. Presiden Jokowi mengakui pilihan terhadap Budi Gunawan karena faktor kedekatan.(ris)

tag: #M Nasih  #Budi Gunawan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...