Bisnis
Oleh Emka Abdullah pada hari Kamis, 05 Feb 2015 - 08:05:54 WIB
Bagikan Berita ini :

KPAI Kecam Buku "Saatnya Aku Belajar Pacaran"

40Buku saatnya belajar pacaran (ist).jpg
Isi sebagian tulisan dari buku kontroversial Saatnya Aku Belajar Pacaran (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam beredarnya buku "Saatnya Aku Belajar Pacaran".

"KPAI meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk mengambil langkah preventif mencegah peredaran secara luas. Buku ini jelas bertentangan dengan komitmen Revolusi Mental yang hendak dibangun pemerintah kabinet kerja," kata Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh dalam keterangannya yang diterima TeropongSenayan, Rabu (4/2/2015).

KPAI menilai buku tersebut yang salah satunya berisi tentang ajaran melakukan seks di luar nikah, bertentangan dengan prinsip pendidikan, moral, norma agama, susila dan juga hukum. "KPAI meminta langkah cepat para pihak, khususnya penerbit dan penulis untuk menarik buku dari peredaran," tegasnya.

Menurut Asrorun, saat ini KPAI sedang melakukan telaah secara seksama terkait dengan isi buku. KPAI juga tengah mempertimbangkan untuk melaporkan penulis dan penerbit ke polisi atas dugaan tindak pidana.

Tak hanya itu, sebelumnya juga beredar buku "Why" dengan seri pubertas yang berisi tentang cinta sesama jenis. Konten buku ini tidak hanya sekedar melanggar etika dan moral, tapi sudah melanggar hukum.(yn)

tag: #KPAI  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...