Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 28 Mar 2017 - 06:01:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Kuota Transportasi Online Dibatasi, Pengangguran Membludak

6ojekonline.jpg
ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Musni Umar menilai pembatasan kuota transportasi online atau daring bakal meningkatkan jumlah pengangguran.

Pembatasan kuota transportasi online adalah salah satu butir revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 tahun 2016 tentang Penyelengaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang dilakukan pemerintah.

"Selama ini, keberadaan bisnis angkutan berbasis aplikasi online turut menciptakan lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat," kata Musni di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Menurut dia, bisnis transportasi berbasis aplikasi menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat. Oleh karenanya pemberian kuota dapat mengurangi lapangan pekerjaan yang selama ini sudah dinikmati masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sambung dia, pada Agustus 2016 jumlah penduduk yang bekerja naik 3,59 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2015. Sedangkan jumlah pengangguran berkurang 530.000 orang.

Dia mengatakan, jumlah tenaga kerja naik, terutama pada sektor jasa kemasyarakatan, sebesar 1,52 juta orang atau 8,47 persen, perdagangan 1,01 juta orang atau 3,93 persen, dan transportasi, pergudangan serta komunikasi 500 ribu orang atau 9,78 persen.

"Dari data itu, sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang tenaga kerja dengan pertumbuhan tertinggi. Apalagi, sebagian besar pengemudi transportasi online merupakan masyarakat yang berada dalam status usia produktif," ujar Musni.

Dia menilai transportasi online sangat dibutuhkan masyarakat karena memudahkan akses transportasi masyarakat dan menjadi mata pencaharian utama pengemudi.

Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan menyarankan pemerintah mendorong kolaborasi antara transportasi online dengan konvensional.

"Yang terpenting saat ini adalah pengaturan standar pelayanan minimum yang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jasa transportasi," kata Tigor. (plt)

tag: #transportasi-online  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...