Berita
Oleh Alfian Rifsil Auton pada hari Sabtu, 27 Mei 2017 - 05:33:37 WIB
Bagikan Berita ini :

Polisi tolak Disebut Kecolongan Soal Bom Kampung Melayu

24bomkpmelaytu.jpg
Bom Kampung Melayu (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menampik bahwa polisi kecolongan atas insiden bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kondisi antara polisi dengan jaringan teror yang tersebar di Tanah Air pada dasarnya selalu kucing-kucingan.

"Tentunya ini semua kan berkaitan dengan jaringan. Jaringan itu kan tidak setiap saat kepolisian secara konvensional atau IT melakukan penyelidikan," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (26/5/2017).

"Seperti orang berjualan mercon. Itu polisi datang dia pergi, lalu jualan lagi. Miras juga sama ya," lanjut dia.

Untuk itu, Argo menyebut bahwa kepolisian juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat. Terlebih, warga tentu bisa lebih paham dan awas dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

"Jadi tanpa adanya dukungan masyarakat, polisi tak ada apa apanya. Masyarakat juga harus aktif dalam memberikan informasi soal teroris ini," jelas Argo.

Ledakan bom bunuh diri terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu 24 Mei 2017 sekitar pukul 21.00 WIB. Ledakan terjadi dua kali dalam rentang berdekatan.

Akibat bom Kampung Melayu lima orang tewas, dua di antaranya diduga kuat pelaku dan tiga lainnya anggota kepolisian. (icl)

tag: #bom-kampung-melayu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah Tersangka Tak Pakai Rompi Pink-Borgol

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 25 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ditahan Kejagung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan TPPU terkait ASABRI. PB PMII menyoroti Kejaksaan yang tidak mengenakan rompi ...
Berita

TB Hasanuddin Sambut Baik Putusan MK soal Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Minta Operator Segera Menyesuaikan Layanan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin, menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan operator seluler menyediakan pilihan layanan ...