Berita
Oleh Sahlan pada hari Minggu, 28 Mei 2017 - 13:04:38 WIB
Bagikan Berita ini :
Pasca Bom Kampung Melayu

Komisi I: Aparat Perlu Antisipasi Adanya Proxy War

36Bobby-Adhityo-Rizaldi.jpg
Bobby Adhityo Rizaldi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi meminta semua pihak mewaspadai dampak teror bom di Kampung Melayu. Pasalnya, tindakan itu diduga guna menciptakan kepanikan di lingkungan masyarakat.

"Aparat perlu mengantisipasi adanya proxy warkawasan, dimana saat yang sama Filipina juga terjadi konflik komunal domestik," kata Bobby saat dihubungi, Minggu (28/5/2017).

Dia menilai, ledakan bom Kampung Melayu harus dicermati secara cepat oleh aparat penegak hukum, jangan sampai "proxy war" tiba-tiba terjadi di Indonesia.

Rakyat Indonesia, menurut Bobby, sudah sangat bijak karena rekonsiliasi pasca Pilkada DKI yang rawan konflik SARA, berkat kedewasaan para tokoh dan elemen masyarakat.

"Dapat dilihat bahwa provokasi-provokasi berhasil dihindari sehingga suasana tetap kondusif," ujarnya.

Menurut politikus Partai Golkar itu, ledakan bom di terminal bus bukan di sentra pemerintahan sehingga ditujukan untuk menciptakan kepanikan di tengah masyarakat luas.(yn)

tag: #bom-kampung-melayu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

TB Hasanuddin Sambut Baik Putusan MK soal Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Minta Operator Segera Menyesuaikan Layanan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 24 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin, menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan operator seluler menyediakan pilihan layanan ...
Berita

Dugaan Penipuan Investasi Batu Bara, Robby Salim, Brendo Julio Rusli Wong dan PT Mandiri Bara Sukses Dilaporkan ke Polisi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Korban investasi, Nur Istanti, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan terkait investasi perdagangan batu bara yang menyebabkan kerugian hingga ...