Berita
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 13 Jun 2017 - 11:50:53 WIB
Bagikan Berita ini :

PPP Ingin Lima Isu Krusial di RUU Pemilu Tak Divoting

20ahmad-baidowi.jpg
Achmad Baidowi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tetap berharap agar pengambilan keputusan soal lima isu krusial dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu dilakukan dengan musyawarah mufakat, bukan voting.

"Pembahasan per-isu boleh, melalui paket pembahasan boleh namun bukan paket pilihan voting ya," kata anggota Pansus Pemilu dari Fraksi PPP Achmad Baidowi di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Dia menjelaskan, soal mekanisme pengambilan keputusan RUU Pemilu, PPP pada prinsipnya bisa kompromi dengan sistem apapun, apakah per-isu atau per-klaster.

Menurut dia, khusus per-klaster sepertinya masih ada perbedaan pandangan, apakah sistem paket terkait isu pilihan atau cara pembahasannnya secara bersama untuk dicarikan kompromi.

"Dari lima isu krusial sepertinya tinggal angka 'presidential threshold' yang akan alot antara usulan 0 persen, sama dengan ambang batas parlemen 10-15 persen atau 20 persen," ujar dia.

Dia menjelaskan usulan pengambilan keputusan lima isu krusial melalui sistem paket yang mengarah pada voting sebenarnya belum pernah dibicarakan dalam pansus. Belum tentu juga sistem paket seperti itu yang digunakan.

Namun, menurut dia, ada pilihan sistem paket pembahasan yang akan digunakan, yaitu lima isu dibahas bersama agar ada saling pemahaman dan pengertian sehingga bisa tercapai kompromi tanpa voting.

Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu Lukman Edy menjelaskan kemungkinan sistem paket dalam memutuskan lima isu krusial dan akan diambil keputusan pada Selasa (13/6).

Kelima isu krusial itu adalah ambang batas parlemen, ambang batas partai mengajukan calon presiden, kuota suara per-daerah pemilihan, sistem pemilu, dan metode konversi suara.(yn/ant)

tag: #pansus-ruu-pemilu  #ppp  #revisi-uu-pemilu  #uu-pemilu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Lestari Moerdijat: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 03 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dorong pengembangan kemampuan dosen untuk mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, dan memperkuat ...
Berita

Layani Nasabah pada Libur Lebaran, Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sebagai bentuk layanan Bank DKI terhadap kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan, Bank DKI menerapkan operasional layanan terbatas pada momen cuti bersama ...