Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Kamis, 20 Jul 2017 - 14:08:59 WIB
Bagikan Berita ini :

Tegas, Gerindra Sebut Presidential Threshold Langgar UUD 45

46Muhammad-Syafii-gerindra.jpg
Muhammad Syafii (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Muhammad Syafi'i menegaskan, presidential threshold (PT) tidak bisa diterapkan dalam Pemilu 2019, mengingat Pileg dan Pilpres digelar secara serentak. Sehingga jika ada ambang batas presiden, maka hal itu melanggar pasal 6 huruf a Undang-Undang Dasar 1945.

"Dalam pasal tersebut disebutkan, presiden dicalonkan oleh partai dan atau gabungan partai sebelum Pemilu, ada kata sebelum, itu berarti jika PT digunakan jelas dan telanjang inkonstitusional," tegas Romo Syafi'i sapaan akrab Muhammad Syafi dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Romo menuding bahwa PT dengan menggunakan perolehan suara pada pemilu 2014 merupakan akal-akalan sekaligus bertentangan dengan prinsip demokrasi.

"Karena itu kita tidak persoalkan voting atau tidak, persoalannya adalah apakah kita pantas memvoting sesuatu yang jelas bertentangan dengan UUD 45 kita," imbuhnya.

"Hari ini kita dengan begitu semangat ingin voting tapi yang divoting merupakan pelanggaran konstitusi. Mari kita kembali pada konstitusi kita," pungkasnya.(yn)

tag: #revisi-uu-pemilu  #uu-pemilu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR RI Tegaskan PP TUNAS sebagai Langkah Strategis Mewujudkan Ruang Digital Anak yang Aman dan Sehat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 23 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi I DPR RI kembali menggelar ...
Berita

Nurul Arifin: Penguatan Ideologi Pancasila Menjadi Kunci Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menggelar Webinar Literasi ...