Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Selasa, 23 Jan 2018 - 11:10:25 WIB
Bagikan Berita ini :

“Banyak Pihak Khawatir Kebijakan Impor untuk Dana Pileg dan Pilpres 2019”

99Hidayat-Kecam-LGBT.jpg
Hidayat Nur Wahid (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, saat ini banyak kalangan mempertanyakan kebijakan impor beras, garam dan gula yang tetap ditempuh pemerintah.

"Karena ini mendekati Pileg (pemilihan legislatif) dan Pilpres 2019, banyak pihak yang khawatir, ini jangan-jangan di balik ini ada kepentingan-kepentingan yang terkait masalah dana untuk Pileg di 2019," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Untuk itu, Hidayat meminta agar Komisi IV dan Komisi VI DPR untuk mengoreksi secara mendasar perihal kebijakan impor yang dilakukan pemerintah.

Sebab, Presiden Joko Widodo pada saat kampanye dulu sangat alergi dengan kalimat impor, karena bertentangan dengan program Nawa Cita.

"Padahal dulu Pak Jokowi lagi-lagi beliau mengatakan pada waktu kampanye dulu dengar kata impor mules kan dulu," ujarnya.

"Nah, kok sekarang banyak banget impornya, jadi menurut saya bagian dari yang penting kemudian untuk kawan-kawan di DPR untuk mengoreksi secara mendasar," tambahnya.

Agar tidak menjadi masalah yang berlarut-larut, terang Politisi PKS ini, ia mengusulkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mencermati fenomena kebijakan impor ini.

"Penting juga untuk segera mencermati fenomena impor-imporan ini. Supaya tidak terjadi penyalahgunaan impor untuk kepentingan itu sendiri," ucapnya.

"Karena seharusnya komitmen Pak Jokowi untuk melakukan impor itu terlaksana, ini sudah tahun ketiga, ingin masuk tahun keempat, jangan sampai sudah hampir selesai masa jabatan, tapi masalah yang dijanjikan tidak impor ternyata belum terpenuhi. Impor lagi, impor lagi," pungkasnya.

Diketahui, pemerintah saat ini tengah 'mengobral' kebijakan impor. Tercatat ada tiga komoditas yang akan diimpor, yakni beras, gula dan garam.

Untuk beras, pemerintah telah menetapkan sebanyak 500.000 ton yang akan diimpor. Sementaragula mentah (raw sugar) sebanyak 1,8 juta ton dan garam industri sebanyak 3,7 juta ton.(yn)

tag: #impor-beras  #impor-gula  #impor-pangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ketua Fraksi PKS Soal Serangan Iran: Israel Biang Kerok Konflik dan Instabilitas Dunia

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyesalkan eskalasi konflik Timur Tengah yang memanas akibat serangan drone-drone dan rudal balistik Iran ke wilayah (pendudukan) Israel. ...
Berita

Arus Balik Lebaran, KAI Catat 47 Ribu Orang Masuk Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat jumlah penumpang yang masuk Jakarta pada arus balik Lebaran hari ini, Senin (15/4/2024), mencapai 47.613 orang. Angka ini meningkat ...