Bisnis
Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 09 Apr 2015 - 17:39:36 WIB
Bagikan Berita ini :
Rencana Rini Jual Saham Dua BUMN

PKS Sebut Bukan Kabinet Kerja Tapi Kabinet Jual-Jual 

28Nasir Djamil.jpg
Politisi PKS Nasir Djamil (Sumber foto : teropongsenayan.com)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Rencana Menteri Rini Soemarno yang ingin menjual saham dua anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Fraksi Partai PKS Muhammad Nasir Djamil sebut ini bukan kabinet kerja tapi kabinet jual-jual.

"Ya di satu sisi orang akan berpikir bahwa ini kan cara cepat dan praktis dan kemudian nanti kita dinilai tidak bekerja, kalau kita menjual lalu menambal yang bolong, nanti orang bilang apa benar ini kabinet kerja, judulnya kan kabinet kerja tapi kerjaannya jual-jual untuk menambal-nambal," kata Nasir pada TeropongSenayan di komplek parlemen, Senayan, Kamis (9/4/2015).

Anggota Komisi III ini mengatakan apapun argumentasinya Rini ingin menjual saham anak perusahaan BUMN itu tidak benar, baik itu sudah sesuai peraturan perundang-undangan, namun pada akhirnya orang akan bertanya, kok kabinet kerja seperti ini.

"Kalau kabinet kerja kenapa pendapatan pajak kita seret tidak seperti yang kita harapkan. Apapun alasannya langkah Rini ini salah," ungkapnya.

Lebih jauh Nasir mengatakan masuknya Refly Harun sebagai komisaris utama Jasa Marga seharusnya bisa menahan langkah Rini ini.

"Seharusnya komisaris utama bisa mengeluarkan suara lantang berusaha untuk tidak dijual, jangan hanya tampil di TV saja. Apapun alasannya dia harus menolak itu," imbuhnya.

Sebagai diketahui Menteri Rini Soemarno berencana akan melempar sebagian saham PT Antam dan PT Jasa Marga ke publik. (al)

tag: #jual saham Antam dan Jasa Marga  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...