Bisnis
Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 13 Apr 2015 - 11:47:42 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Prioritaskan Rumah Susun Daripada Rumah Sakit

19hanif dakhiri.jpg
Hanif Dakhiri (Sumber foto : Eko Hilman)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Pembangunan rumah sakit bagi buruh dan pekerja tidak menjadi prioritas lagi. Yang jadi prioritas saat ini adalah mendorong program BPJS Kesehatan khususnya bagi para pekerja dan rumuah susun sewa bagi masyarakat.

"Saat ini kita hanya mendorong rumah-rumah sakit yang sudah ada, dan mengoptimalkan rumah sakit yang ada di perusahaan-perusahaan," kata Menteri Tenaga Kerja Hanif Dahkiri saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (13/04/2015).

Menurut Hanif, sekarang ini yang terpenting justru mendorong bagaiman terealisasikan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kesehatan secara merata dan dapat dilayani semua rumah sakit yang ada.

"Harus didorong terealisasikan BPJS kesehatan hingga fasilitas-fasilitas kesehatan di pabrik-pabrik bisa dioptimalkan standar Kementerian kesehatan," ungkapnya.

Saat ini, pemerintah justru lebih fokus membangun rumah susun sewa sederhana (rusunawa) daripada rumah sakit pekerja atau buruh. Saat ini saja sedang disiapkan dan ditargetkan pembangunan 1000 tower hingga 2019.

"Selain para pekerja dan buruh, masyarakat yang diutamakan mendapat jatah rusunawa adalah warga yang mau dipindahkan dari kawasan kumuh," katanya.(ss)

tag: #rumah sakit buruh  #menaker  #hanif dhakiri  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...