Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Kamis, 23 Agu 2018 - 22:20:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Tangguhkan Cicilan KPR Korban Gempa Lombok

39lana.jpeg
Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti (Sumber foto : ist)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat akan memperoleh moratorium atau penangguhan pembayaran cicilan kredit pemilikan rumah (KPR).

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti di Jakarta, Kamis (23/8/2018), mengatakan aturan yang telah dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, menyebutkan korban gempa di Lombok diberi keringanan tidak perlu membayar cicilan KPR untuk sementara waktu.

"OJK sudah mengeluarkan aturan bahwa semua KPR di Lombok ada moratorium. Jadi, tidak perlu membayar cicilan. Namun, saya belum tahu untuk berapa lama," katanya.

Lana menuturkan selama ini asuransi KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau bersubsidi memang belum memberi perlindungan terhadap rumah yang terkena bencana alam.

Asuransi KPR subsidi masih terbatas untuk kebakaran, asuransi jiwa, dan asuransi kredit.

Bencana gempa di Lombok diakui Lana menjadi salah satu pendorong pemerintah untuk lebih serius memperhatikan asuransi rumah subsidi.(plt)

tag: #gempa-bumi  #kementerian-pupr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

RUU PPRT Resmi Ditetapkan Jadi Inisiatif DPR, Fraksi PDIP Tegaskan Tidak Hilangkan Spirit Kekeluargaan

Oleh Bachtiar
pada hari Kamis, 12 Mar 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI memberikan pandanganya usai ditetapkannya Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) sebagai  RUU ...
Berita

Amini Pernyataan Prabowo, Herman Khaeron Duga Terjadi Fraud di Anak-Cucu BUMN

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menduga keberadaan anak-cucu dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang dibuat untuk mencari keuntungan ...