Bisnis
Oleh pamudji pada hari Jumat, 08 Nov 2019 - 07:44:08 WIB
Bagikan Berita ini :

Garuda-Sriwijaya Berseteru, BPKP Turun Tangan

tscom_news_photo_1573173848.jpeg
Ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pemerintah menurunkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna mengatasi perseteruan antara
Garuda Indonesia Group dengan Sriwijaya Group. BPKP akan melakukan audit terhadap kerja sama manajemen (KSM).

Audit dilakukan karena terdapat perbedaan pendapat mengenai pokok perjanjian antara dua pihak tersebut.

"Karenanya BPKP akan melakukan evaluasi terhadap kondisi-kondisi itu. Dengan dasar itu, kami akan mengambil keputusan dan mengambil seluruh, menetapkan ketentuan-ketentuan yang akan diberlakukan," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Budi menambahkan, audit dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu hingga 10 hari. Hasil audit akan menjadi dasar dalam menentukan kelanjutan kerja sama Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan meminta kerja sama Garuda Indonesia dan Sriwijaya diperpanjang selama tiga bulan guna melakukan evaluasi.

"Tadi kami sepakat ditandatangani selama tiga bulan ke depan kemudian dilakukan audit terhadap kerja sama ini oleh BPKP," kata Luhut.(plt)

tag: #garuda-indonesia  #dunia-penerbangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...