Berita
Oleh Yunan Nasution pada hari Senin, 25 Mei 2015 - 14:25:11 WIB
Bagikan Berita ini :

Kata Menteri Amran Beras Plastik Lebih Mahal

6AmranSulaiman-tscom.JPG
Amran Sulaiman (tengah) (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa beras plastik yang menjadi polemik di masyarakat tidak akan laku dijual lantaran harganya lebih mahal dibanding beras asli.

"Secara bisnis ini tidak memungkinkan, plastik Rp 12 ribu per satu kilogram, sedangkan beras Rp 7.300 per satu kilogram," kata Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Amran mengklaim, Kementerian Pertanian telah bergerak cepat dengan melakukan inspeksi ke sejumlah pasar untuk mengantisipasi beredarnya beras plastik tersebut. (Baca: Komisi IV Akan Cecar Menteri Pertanian Soal Beras Sintetis)

"Saat ini kita sudah melakukan sidak ke pasar-pasar dan kasus ini sudah sampai ke Polri," terangnya.

Dia menyarankan warga Indonesia untuk mengkonsumsi beras dalam negeri agar terbebas dari beras plastik. "Yah kita coba ambil hikmahnya saja, sebagai warga Indonesia mari mengkonsumsi produk-produk dalam negeri," pungkas Amran.(yn)

tag: #menteri amran  #beras plastik  #kementan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...