Bisnis
Oleh Ariful Hakim pada hari Minggu, 07 Feb 2021 - 23:05:44 WIB
Bagikan Berita ini :

Ini Pemicu Harga Batubara Acuan Naik

tscom_news_photo_1612713944.jpg
kapal tongkang batu bara (Sumber foto : Ist)

JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)--Harga Batubara Acuan (HBA) bulan Februari 2021 terpantau naik. Eskalasi harga tersebut terjadi seiring dengan sentimen yang dibentuk oleh supercycle komoditas (commodity supercylce). HBA Februari ditetapkan sebesar US$ 87,79 per ton, naik 15,7% dari bulan sebelumnya sebesar US$ 75,84 per ton.

"Adanya sentimen commodity supercycle, antara lain kenaikan harga gas ikut memperkuat harga batubara," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi melalui keterangan tertulis, Minggu (7/2/2021).

Sinyal supercycle ini, menurut Agung, diyakini akan terjadi di tahun 2021 pada berbagai komoditas terutama komoditas pertambangan. Salah satu pemicunya berasal dari suku bunga acuan yang rendah, pelemahan dolar AS, hingga pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di berbagai negara.

Agung menerangkan selain faktor supercycle penyebab utama dari pendorong kenaikan HBA adalah melonjaknya permintaan impor dari Tiongkok. Hal ini lantaran suplai batubara domestik (Tiongkok) tidak dapat memenuhi kebutuhan batubara pembangkit listrik.

Selain itu, kenaikan HBA juga ditopang supply dan faktor turunan demand. Adapun faktor turunan supply dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara itu, faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro

Nantinya, HBA bulan Februari ini akan dipergunakan pada penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).

Sebagai informasi, harga Batubara kembali pulih (rebound) dalam empat bulan terakhir setelah sepanjang tahun 2020 mengalami tekanan akibat pandemi COVID-19. Bulan Oktober 2020 HBA terpatri di US$ 51/ton, November 2020 US$ 55,71/ton, Desember 2020 US$ 59,65/ton, dan Januari US$ 75,84/ton.

"Selama empat bulan terakhir harga batubara terus menuju ke level psikologis," imbuh Agung.

tag: #harga  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...