Bisnis
Oleh Ariful Hakim pada hari Senin, 12 Apr 2021 - 12:03:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Ini Besaran Bantuan BNPB untuk Rumah Rusak Akibat Gempa Malang

tscom_news_photo_1618203819.jpeg
Gempa di Malang (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menegaskan akan mempercepat penanganan perbaikan rumah rusak terdampak pasca gempaM6,1 yang mengguncang Malang dan sejumlah wilayah di Jawa Timur (10/4/2021), pukul 14.00 WIB.

BNPB juga akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak dengan kategori Rusak Ringan (RR) sebesar 10 juta, Rusak Sedang (RS) sebesar 25 juta, dan Rusak Berat (RB) sebesar 50 juta.

Untuk mempercepat proses perbaikan BNPB meminta kepada perangkat daerah setempat untuk melakukan pendataan dan melaporkan sesuai dengan data yang benar.

“Rumah warga yang Rusak Ringan dan Rusak Sedang bisa dilakukan perbaikan dengan cara pemerintah daerah memberikan usulan kepada BNPB dengan nama dan alamat yang akurat,” tegas Doni dalam keterangannya.

Sedangkan bagi warga yang mengalami rusak berat, akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat proses perbaikan.

Selain bantuan stimulus tersebut, lanjut Doni, akan ada bantuan dana kemurnian kepada warga yang untuk sementara tidak menempati rumah tinggalnya karena rusak. Dana kemurnian sendiri senilai Rp 500 ribu/bulan, untuk warga bisa menyewa/kost tempat. Kebijakan itu diberi, agar tidak terjadi penumpukan warga di pengungsian yang bisa menyebabkan penyebaran Covid-19.

“Kita harapkan menjelang ramadhan, rumah yang rusak ringan (sudah selesai perbaikan), besok sudah masuk puasa, kita harap warga tidak terlalu lama di pengungsian. Dan juga tempat pengungsian seminimal mungkin, dengan bantuan dana kemurnian, agar mengurangi risiko terpapar selama belum bisa menempati (rumahnya). BNPB akan memberi bantuan dana kemurnian sebesar Rp 500 ribu per-bulan,” tandasnya.

Doni juga berpesan untuk warga tetap tenang dan jangan panik. Program-program yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten kota atau provinsi yang dibantu BNPB, BMKG, Basarnas, TNI-POLRI dan Tim gabungan lainnya harus sering dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan.

Warga diminta untuk dilatih dan diberikan edukasi terkait literasi kebencanaan, memanfaatkan kearifan lokal untuk mencari ide dan inisiatif. Sebagai contoh, dengan menyiapkan sejumlah kaleng, letakan kaleng di dalam ruangan, ketika keleng jatuh saat gempa bisa berfungsi sebagai alarm awal.

Selain itu, kegiatan siskamling juga bisa dilaksanakan setiap malam. Warga berjaga untuk antisipasi risiko yg muncul seperti gelombang tinggi atau gempa. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dibangun oleh masyarakat itu sendiri. Kepemimpinan Perangkat daerah harus bisa mengajak warga untuk lebih siap menghadapi risiko yang akan terjadi.

tag: #gempa-bumi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...