Bisnis
Oleh Rihad pada hari Thursday, 15 Apr 2021 - 14:31:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Tren Ekonomi Meningkat, Surplus Perdagangan Tiga Kali Berturut-turut

tscom_news_photo_1618468279.jpg
Perdagangan ekspor impor (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada bulan Maret 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, neraca dagang pada Maret mengalami surplus sebesar US$ 1,57 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ini merupakan surplus ketiga di tahun ini. Sekedar mengingatkan, neraca dagang Februari 2021 juga tercatat surplus US$ 1,99 miliar dan pada Januari 2021 surplus capai US$ 1,96 miliar.

Suhariyanto menyebut, surplus pada bulan Maret 2021 ini cukup spesial. Pasalnya, surplus neraca dagang diikuti dengan peningkatan baik dari sisi ekspor maupun impor, dari bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun 2020.

“Pun kalau dilihat secara sektoral atau dari penggunaan barangnya, performa ekspor impor pada Maret 2021 juga sangat baik, impresif, bila dibandingkan dengan tahun lalu,” jelas dia, Kamis (15/4).

Ekspor Indonesia pada bulan Maret 2021 tercatat US$ 18,35 miliar atau tumbuh 30,47% secara tahunan (yoy). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan ekspor yang tinggi baik dari sektor pertanian, industri, maupun tambang.

Sementara impor Indonesia pada bulan Maret 2021 tercatat US$ 16,79 miliar atau tumbuh 25,73% yoy. Pendorongnya adalah kenaikan impor barang konsumsi, barang penolong, maupun barang modal.

Tren Makin Meningkat

Pemerintah memprediksi neraca perdagangan Indonesia masih mengalami tren surplus dalam beberapa bulan ke depan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyampaikan tren surplus tersebut akan didorong oleh peningkatan ekspor seiring dengan berjalannya pemulihan ekonomi global.

Dia mengatakan, peningkatan ekspor juga akan dipicu oleh peningkatan harga global, di samping meningkatnya permintaan global.

Sementara, kinerja impor menurutnya juga akan meningkat, khususnya impor bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industri peruntukan ekspor dan kebutuhan di dalam negeri sendiri. “Tapi secara keseluruhan ekspor lebih besar dari impor sehingga neraca perdagangan surplus,” katanya beberapa waktu lalu.

tag: #ekspor  #impor  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...