Bisnis
Oleh Wiranto pada hari Rabu, 01 Sep 2021 - 20:46:41 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengusaha Di Bali Sudah Mulai Jual Hotel, Pemerintah Diminta Beri Bantuan

tscom_news_photo_1630504001.png
Ilustrasi wisata Bali sepi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pandemi COVID-19 telah berlangsung sudah 1,8 tahun.PHRI Bali mencatat ada sekitar 50-60 hotel bintang satu hingga lima dijual pemilik. Ketua PHRI Badung Rai Suryawijaya mengatakan, ada beberapa alasan pengusaha menjual aset mereka.

Kini, pengusaha tidak memiliki pemasukan karena pembatasan kegiatan masyarakat. Akibatnya, wisatawan ke Bali sepi. Tabungan pengusaha hanya mampu menanggung 8 bulan biaya operasional berupa listrik, air, gaji karyawan, perawatan properti dan lain sebagainya.

Sayangnya hingga kini, pemerintah belum merealisasikan bantuan berupa pinjaman lunak untuk membantu hotel tetap beroperasi. Bali meminta pemerintah memberikan pinjaman lunak sekitar Rp 9 triliun untuk sektor pariwisata di tahun 2021.

"Selama ini bantuan soft loan (pinjaman lunak) belum terealisasi," kata Rai saat dihubungi wartawan, Rabu (1/9).

Rai menuturkan, penjualan ini juga tak semulus yang diharapkan. Sebab, investor terutama yang berada di luar negeri kesulitan untuk melakukan transaksi keuangan di tengah COVID-19.

Rai mengungkapkan, para pengusaha sejatinya tak ingin menjual hotel tersebut. Sebab, harga properti sedang turun sekitar 20 persen dari harga normal. Namun, hotel terpaksa dijual untuk membayar utang di bank dan biaya operasional.

"Situasi dan kondisi seperti ini belum bisa sata prediksi sampai kapan, karena ini berkaitan dengan kapan berakhirnya pandemi," kata dia.

Ada beberapa harapan Rai untuk sektor pariwisata Bali. Pertama, pemerintah segera merealisasaikan pinjaman lunak tersebut. Kedua, baik pemerintah dan masyarakat berkolaborasi mengendalikan kasus COVID-19 sehingga pariwisata internasional segera dibuka.

"Kalau pemerintah ingin menyelamatkan harus memberikan bantuan. Bantuan misalnya soft loan tidak hibah. Soft loan ini dikasih 3 tahun, jadi tahun 2024 baru kita mulai nyicil. Jadi untuk keselamatan industri dan karyawan yang PHK besar-besaran," kata dia.

tag: #bali  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...