Ragam
Oleh Wiranto pada hari Selasa, 26 Okt 2021 - 10:38:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Mengapa Penurunan Biaya Tes PCR Tergantung Presiden?

tscom_news_photo_1635219534.jpg
Ilustrasi tas PCR (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Polemik mengenai tes PCR belum juga usai sampai sekarang. Tes PCR memang mahal sejak awal. Ketika pertama kali diberlakukan, harganya bahkan ada yang mencapai Rp 1,5 juta untuk tes mandiri. Bahkan jika ingin hasil tesnya cepat keluar, ongkosnya juga bertambah.

Kemudian harga perlahan turun tetapi di akhir tahun 2020 masih sekitar Rp 900.000. Kala itu, banyak desakan agar harga tes PCR ini turun.

Tetapi para pengusaha tidak mau menurunkan harga meskipun di beberapa negara tes PCR ini bisa murah.

Pada 15 Agustus 2021 Presiden Jokowi memerintahkan agar tes PCR biayanya menjadi Rp450 ribu-550 ribu.

"Saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran antara Rp 450.000 sampai Rp 550.000," kata Jokowi dalam keterangannya melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Ahad, 15 Agustus 2021.

Tapi bagi masyarakat, tentu saja harga tes PCR Rp500 ribu masih mahal. Apalagi tes PCR dipakai untuk persyaratan penerbangan. Kadangkala harga tes PCR setara dengan tiket pesawat sendiri.

Maka muncul desakan dari berbagai pihak agar harga PCR diturunkan lagi. Dan lagi-lagi hanya Presiden Joko Widodo yang bisa memerintahkan untuk menurunkan harga.

Kali ini Jokowi telah meminta agar harga tes PCR turun menjadi Rp 300 ribu.

Keputusan ini menyusul kewajiban penggunaan tes PCR untuk syarat moda transportasi pesawat yang mendapatkan banyak kritikan belakangan ini.

"Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar, Senin, 25 Oktober 2021.

Harus Dilaksanakan

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI (FKUI) Tjandra Yoga Aditama memandang positif perintah Presiden Jokowi itu.

“Yang jelas, kalau masyarakat dapat mengakses PCR dengan lebih mudah, banyak tersedia, murah dan lain-lain, dan para penumpang pesawat sudah PCR negatif, maka tentu akan menurunkan risiko penularan di pesawat dan juga ketika antri di bandara,” kata dia.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra pun menilai positif perintah presiden tersebut agar harga tes PCR menjadi Rp300 ribu.

Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus COVID-19 atau gelombang ketiga.

Di antaranya, memperkuat testing dan tracing. Dia menilai testing dan tracing adalah cara kendali yang utama.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan perintah Presiden Joko Widodo harus dijalankan.

tag: #pcr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dirgahayu Indonesia 17 Agustus 1945 - 2022
advertisement
Ir.H. Achmad Hafisz Tohir - HUT RI ke 77
advertisement
Selamat HUT RI ke77 - Ahmad Najib
advertisement
Selamat HUT RI ke 77-Mohamad Hekal
advertisement
Selamat HUT RI ke77 - Ahmad Najib
advertisement
Ragam Lainnya
Ragam

Abdul Wachid Gelar Acara Bukber dan Santunan Bersama 1000 Anak-anak Yatim dan Piatu

Oleh Bachtiar
pada hari Sabtu, 30 Apr 2022
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota DPR RI dari fraksi partai Gerindra, Abdul Wachid mengadakan acara buka bersama dan santunan bagi seribuan anak-anak Yatim dan Piatu di kediamannya. Rangkaian ...
Ragam

Jauh Dari Kesan Glamour, Di Rujab Anggota DPR Ini Tak Ada Deretan Mobil Mewah yang Ada Hanya Sandal Jepit dan Motor

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sederhana itulah kesan pertama ketika melihat keseharian wakil rakyat dari fraksi partai Demokrat di DPR RI, Bambang Purwanto di rumah dinasnya di bilangan Kalibata, ...