Bisnis
Oleh Wiranto pada hari Jumat, 17 Des 2021 - 23:31:41 WIB
Bagikan Berita ini :

Lonjakan Kasus Juli Lalu Tidak Boleh Terulang Pasca Nataru

tscom_news_photo_1639758701.jpg
Ilustrasi kerumunan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Epidemiolog UGM, dr Bayu Satria Wiratama, meminta pemerintah belajar dari pengalaman penanganan virus corona varian Delta.

Pada saat varian Delta masuk RI, terjadi lonjakan kasus COVID-19 pada Juli 2021 hingga puncaknya mencapai lebih dari 50 ribu kasus.

Agar kejadian seperti saat Delta tak terjadi, maka Bayu menilai harus benar-benar diketahui siapa yang menularkan varian Omicron kepada petugas kebersihan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, sebagai kasus pertama yang teridentifikasi.

Hal ini penting untuk benar-benar memastikan apakah sudah ada transmisi lokal atau belum.

"Benar-benar tahu siapa pembawanya dan siapa yang tertular. Supaya kita tahu bahwa ini sudah transmisi lokal atau dia murni terkena dari kasus impor," tegasnya.

Ketika didapati terjadi transmisi lokal, maka lonjakan mobilitas masyarakat harus diwaspadai. Terlebih, pada saat masa libur Nataru ini.

Bayu meminta harus benar-benar dipastikan orang yang bepergian sudah divaksin penuh dua dosis.

"Memastikan yang berangkat atau yang pergi itu hanya yang sudah vaksin dua kali dan harus konsisten di semua daerah," beber Bayu.

Salah satu strategi pencegahan penularan Covid-19 varian Omicron yaitu memperketat perayaan Tahun Baru.

"Kami semua mendorong agar perayaan Tahun Baru dilakukan bersama keluarga masing-masing," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny Harry Harmadi.

Sonny juga mengingatkan untuk warga yang akan melakukan mobilitas pada periode Tahun Baru bisa melakukan asesmen mandiri.

Asesmen mandiri bisa dilakukan dengan cara mengetahui kondisi jalan dan menilai risiko mobilitas.

Para ASN dan pegawai BUMN dilarang cuti pada masa periode Natal dan Tahun Baru.

Selain aturan perjalanan, pemerintah juga menutup alun-alun saat tahun baru dan memberikan syarat kuota maksimal tempat wisata sebanyak 75 persen.

Penerapan ganjil genap juga diberlakukan di tempat pariwisata dengan tujuan membatasi mobilitas

tag: #libur-nataru  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...