Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Sabtu, 04 Jul 2015 - 13:44:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Komisi I Sebut Anggaran Rp 106 Triliun Buat Alutsista Belum Cukup

41TantowiYahya-indra-tscom.jpg
Tantowi Yahya (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya meminta semua pihak untuk mendukung langkah TNI untuk memperbaharui alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang saat ini sudah banyak yang uzur.

"Mengacu pada data dari CSIS (Centre For Strategic And International Studies) kemarin, hampir 80 persen (alutsista) berada pada usia lebih dari 40 tahun," kata Tantowi usai menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2015).

Tantowi menilai, kondisi memprihatinkan alutsista TNI tak bisa dilepaskan dari minimnya anggaran untuk alutsista. Meski anggaran Rp 106 triliun sudah diberikan, namun tetap belum cukup.

"Terdengar fantastis. Pasti banyak yang menggugat kenapa mengeluarkan sebanyak seperti itu? Padahal, angka itu masih jauh dari kebutuhan ideal," tambahnya lagi.

Tantowi mengatakan, dana sebanyak itu masih harus dibagi lagi ke lima pot, yakni Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

"Itu tidak semuanya utuh untuk pembelanjaan alutsista, tapi untuk pemeliharaan juga. Itulah potret alutsista kita, potretnya suram ketika lihat ada kecelakaan pesawat," pungkas Tantowi.(yn)

tag: #alutsista  #anggaran alutsista  #pesawat hercules  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...