Berita
Oleh Yunan Nasution pada hari Senin, 13 Jul 2015 - 14:25:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Kasus Penusukan, Pangkostrad Minta Anggotanya Tak Terprovokasi

19Pangkostrad-Mulyono.jpg
Letjen TNI Mulyono (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Mulyono meminta prajuritnya tidak terprovokasi terkait kasus penusukan yang menimpa dua prajurit Kostrad, yang menyebabkan seorang meninggal dunia, di Gowa, Sulawesi Selatan.

"Saya minta seluruh prajurit Kostrad untuk tidak terprovokasi akibat kejadian ini. Kita doakan saja rekan yang sakit dapat segera sembuh dan yang meninggal dunia arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujar Mulyono di markas Kostrad, Gambir, Jakarta, Senin (13/7/2015).

Mulyono menduga, ada sejumlah pihak yang menginginkan perpecahan bangsa.

"Prajurit Kostrad jangan terpancing oknum-oknum yang ingin memecah persatuan dan kesatuan bangsa," pintanya.

Ia yakin para prajuritnya tidak akan melanggar perintah. "Saya bangga karena kalian semua profesional dan taat hukum," sanjung Mulyono.

Namun dia berjanji akan menindak tegas pasukannya jika bertindak di luar ketentuan. Dan ia pun meminta pasukannya mempercayakan penanganan kasus yang menewaskan Pratu Aspin Mallobasang dan melukai Pratu Fatku Rahman ini kepada polisi karena mengandung unsur tindak kriminal murni.

"Yakinlah kasus ini bisa ditangani oleh pihak kepolisian," sebutnya.

Penganiayaan terjadi, Minggu (12/7/2015) sekirat pukul 01.30 WITA di sekitar lapangan Syekh Yusuf di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dua prajurit Kostrad yaitu Pratu Aspin Mallobasang dari Yonif L433/JS dan Pratu Fatku Rahman dari Brigif L-3/K, yang sedang cuti Lebaran gelombang pertama di Gowa, menyaksikan festival bedug di daerah parkir lapangan Syekh Yusuf.

Selagi meminum kopi, mereka berdua didatangi sekitar 20 orang yang salah satunya menanyakan apakah mereka anggota TNI atau polisi.

Korban kemudian menjawab bahwa mereka tentara, dan setelah itu orang-orang tersebut menganiaya dan menikam dua anggota Kostrad itu.

"Pratu Fatku Rahman menderita luka tusuk di punggung dan perut, sementara Pratu Aspin mengalami luka tusuk di dada kiri. Kondisi Fatku sudah berangsur sehat, namun Aspin tidak tertolong dan meninggal dunia Minggu (12/7/2015) pukul 07.40 WITA," beber Mulyono.(yn)

tag: #penusukan tni  #pangkostrad  #kostrad  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...