Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Sabtu, 25 Jul 2015 - 11:04:41 WIB
Bagikan Berita ini :

Ini Dia Perlengkapan Yang Dibeli Kostrad dari Dana Hibah Rp 30 Miliar

23Panglima-Kostrad-Letjen-TNI-Mulyono.jpg
Pangkostrad Letjen Mulyono (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) mendapatkan dana hibah dari pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp 30 miliar. Uang tersebut akan digunakan untuk belanja perlengkapan pengamanan di Ibu Kota jelang Pilkada dan Asian Games.

Adapun perlengkapan yang akan dibeli Kostrad adalah 900 set peralatan pengamanan anti huru-hara, empat truk, 50 sepeda motor, dan lima bus.

Panglima Kostrad Letjen Mulyono mengatakan, penambahan sejumlah alat pengamanan ini diyakini akan meningkatkan keamanan Jakarta.

"Kami sadari untuk situasi tertentu mobilitas menggunakan truk sulit sehingga dengan motor bisa bergerak cepat di manapun dibutuhkan di Jakarta," tutur Mulyono, Jumat (24/7/2015)

Mulyono juga menjelaskan, Kostrad merupakan pasukan cadangan yang bertugas menciptakan keamanan Jakarta.

"Kostrad mobilisasinya seluruh Indonesia, Jakarta termasuk di dalamnya. Tapi pusat standarisasi keamanan di Jakarta. Pada saat di Jakarta terjadi apa-apa pasti kostrad akan standby," pungkas Mulyono. (mnx)

tag: #Jakarta  #Ahok  #BPKAD DKI siapkan dana hibah  #pengamanan Pilkada dan Asian Games  #kostrad  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...