Bisnis
Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 06 Agu 2015 - 17:13:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Serapan Anggarannya Rendah, E-catalogue Jadi Alasan Kemenhub

67KantorKemenhub.JPG
Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Realisasi penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada semester I-2015 baru Rp 7,3 triliun, atau 11,3 persen dari total pagu anggaran APBNP 2015 sebesar Rp 65 triliun. Penyerapan anggaran itu menempatkan Kemenhub termasuk dalam daftar kementerian yang persentase penyerapan anggarannya rendah.

Menurut Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan J.A Barata, rendahnya penyerapan anggaran tersebut lantaran Kemenhub menerapkan sistem e-catalogue dalam pengadaan barang dan jasa.

"Kan kita pakai e-catalogue. Gini e-catalogue itu enggak ada bayar uang muka, enggak pake apa-apa, begitu selesai langsung kita bayar. Jadi penyerapannya (anggaran) tunggu proyek selesai," ujar Barata di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Dia mencontohkan, salah satu proyek Kemenhub pada 2015 yang memakai sistem e-catalogue yaitu proyek pengadaan 1.000 Bus Rapid Transit (BRT). Pengerjaan proyek yang diresmikan oleh Presiden Jokowi bulan lalu itu belum menggunakan dana anggaran Kemenhub.

"Contoh ya, kita kan pesan 1.000 bus itu dengan e-cataligue, dan tidak ada uang muka. Tapi begitu selesai, lalu dicek oke, kita bayar. Itu dibayar pada ending," kata dia.

Menurut Barata, proyek dalam tahun anggaran 2015 banyak yang menggunakan sistem e-catalogue. Hal itulah yang menurut dia mempengaruhi serapan anggaran Kemenhub hingga semester I-2015.(yn)

tag: #kemenhub  #serapan anggaran  #e-catalogue  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...