Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Selasa, 20 Okt 2015 - 14:32:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Fraksi PDIP Larang Anggotanya Keluar Jakarta, Ini Penjelasan Hasto

63Hasto-Kristiyanto.jpg
Surat Fraksi PDIP (Sumber foto : Sahlan Ake/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memberikan penjelasan tentang larangan bagi seluruh anggota Fraksi PDIP di DPR keluar dari Jakarta hingga akhir Oktober 2015.

Menurut dia, surat F-PDIP bernomor 179/F-PDIP/DPR-RI/X/2015 yang terbit tanggal 9 Oktober 2015 tersebut berkaitan dengan konsolidasi internal partai dalam mempersiapkan pembahasan APBN 2016 dan RUU Tax Amnesti (pengampunan pajak) di Parlemen.

"Saat ini kan sedang momentum membahas APBNP. Juga ada momen pembahasan RUU Tax Amnesti," ujar Hasto saat acara launching rekening gotong royong PDIP di kantor DPP PDIP di jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Menurut Hasto, tidak ada yang aneh dengan surat edaran yang dikeluarkan Fraksi PDIP itu karena sudah biasa melakukannya.

"Kami biasa melakukan itu. Wajar kalau kami semua stand bye di Jakarta," ungkapnya.(yn)

tag: #fraksi pdip  #hasto  #pdip  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...