Bisnis
Oleh Bara Ilyasa pada hari Selasa, 09 Feb 2016 - 17:21:18 WIB
Bagikan Berita ini :

Waduh, Pekerja ASEAN Mulai Serbu Jawa Barat

16pekerja-asean.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

BANDUNG (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Agung Suryamal Sutrisno mengatakan, serbuan tenaga ahli dan pekerja dari sejumlah negara ASEAN kian terasa dan akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

"Baru beberapa hari MEA diberlakukan, suhunya sudah mulai terasa. Salah satunya tenaga ahli dan pekerja dari sejumlah negara ASEAN segera masuk, dan tidak bisa ditolak," kata AGung pada Musyawarah Daerah (Musda) Gapensi Jabar di Bandung, Selasa (9/2/2016).

Menurut dia, Jawa Barat merupakan salah satu daerah tujuan dari para tenaga kerja asing itu. Hal itu dikarenankan Jabar merupakan salah satu pusat industri, perdagangan dan juga jasa.

Selain itu, Jabar juga merupakan daerah penyangga Ibukota Jakarta, yang dipastikan menjadi daerah terdekat tujuan tenaga kerja, serta memiliki akses penerbangan langsung ke kota-kota strategis di ASEAN.

"Contohnya, kami sudah mendengar ada rencana 100 orang supir asal Philipina yang masuk ke Indonesia, tentunya mungkin ke Jabar juga," tutur dia.

Kehadiran mereka bukan tanpa bekal, karena sebelumnya dilakukan pelatihan dan peningkatan keterampilan termasuk dalam penguasaan bahasa Indonesia.

"Mereka tidak perlu tahu jalan, sebab bisa mengandalkan GPS, tidak akan kesasar. Kita harus terima karena sudah kesepakatan MEA," katanya.

Pada kesempatan itu, Agung menekankan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia termasuk para pengusaha jasa konstruksi.

"Jangan sampai kita jadi penonton atas pembangunan, harus terlibat dalam pembangunan," katanya.

Ia menyebutkan, sektor jasa konstruksi merupakan sektor yang diprediksi akan terjadi serbuah tenaga kerja dan pengusaha di sektor itu dalam jumlah yang signifikan.

Oleh karena itu, daya saing sumber daya manusia di sektor itu perlu ditingkatkan dan melakukan berbagai upaya agar daya saingnya terus meningkat.

"Pokoknya sektor tenaga kerja itu harus menjadi perhatian agar Indonesia tidak menjadi obyek, tapi justeru dengan penduduk yang besar seharusnya kita menjadi pemasok tenaga kerja bersertifikasi terbesar ke luar negeri," pungkas Agung.(yn)

tag: #buruh  #masyarakat-ekonomi-asean  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...