Bisnis
Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 28 Jan 2015 - 23:55:18 WIB
Bagikan Berita ini :

Minim Listrik, Menteri Sudirman Bilang Sulit Bangun Smelter di Papua

3Menteri ESDM-Komisi VII-Sahlan.jpg
Menteri ESDM Sudirman Said rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (28/1/2015) (Sumber foto : Sahlan Ake/Teropong Senayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tak mudah membangun smelter di Papua. Pasalnya, seperti diungkapkan Menteri ESDM Sudirman Said, di Papua pasokan listrik masing sangat terbatas. Selain itu sarana pelabuhan dan infrastruktur lainnya masih belum memadai.

"Tantangannya (membangun smelter di Papua-red) infrastrukturnya belum memadai. Seperti listrik yang masih terbatas," ujar Sudirman saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR Jakarta, (28/1/2015). Inilah alasan Gresik menjadi pilihan Freeport membangun smelter.

Sudirman mengharga besarnya harapan masyarakat Papua agar smelter dibangun di daerahnya. Namun, jika tetap dipaksakan maka malah akan memperlambang proses pembangunan smelter itu sendiri.

Untuk itu dia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Papua serta para tokoh Papua. "Kami terus melakukan koordinasi dan beberapa kali melakukan dialog dengan Pemda Papua dan masyarakat disana," ujar Menteri Sudirman.

Meski smelter dibangun di Gresik, namun pemerintah meminta Freeport untuk terus memberikan perhatian kepada masyarakat Papua. Baik dalam bentuk pembangunan ekonomi, pelayanan kesehatan dan pendidikan serta membangun prasarana lebih baik lagi.(ris)

tag: #Sudirman Said  #Freeport  #Smelter  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...