Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Sabtu, 18 Feb 2017 - 21:55:24 WIB
Bagikan Berita ini :

Tanggapi Hasil Pilgub DKI, Tommy Soeharto: Tionghoa di Indonesia Telah Bangkit

37tommy-soeharto.jpg
Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Keluarga Cendana angkat bicara soal hasil suara Pilgub DKI yang berlangsung 15 Februari 2017. Putra bungsu Presiden RI kedua Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto menilai, hasil Pilkada DKI kemarin menggambarkan betapa solidnya etnis Tionghoa di Indonesia.

"Hasil Pilkada kemarin membuka mata kita bahwa nasionalisme Tionghoa di Indonesia telah bangkit," kata Tommy dalam keterangannya, Sabtu (18/2/2017).

Menurut Tommy, hampir bulatnya suara etnis Tionghoa yang mendukung Ahok pada Pilkada DKI 2017 menunjukkan bahwa etnis Tionghoa memilih berdasarkan kesamaan etnis, mereka solid mendukung politisi beretnis Tionghoa.

"Pendulangan suara di daerah Pluit, Kelapa Gading, Jelambar, dan daerah pemukiman tionghoa lainnya, dimana Ahok memperoleh kemenangan suara hampir bulat yaitu di atas 95 persen adalah bukti bahwa etnis Tionghoa sebagai kelompok menunjukkan kekuatan mereka," teran Tommy.

Secara nyata, tambah Tommy, mereka tetap solid memilih Ahok meskipun sedang dirundung banyak persoalan.

Sementara pribumi, lanjut Tommy, selama ini dianggap sebagai kelompok masyarakat yang suka mengungkit-ngungkit SARA, namun kenyataannya tudingan itu tidak terbukti.

"Di daerah-daerah pemukiman pribumi asli, Ahok tetap mendulang suara yang signifikan. Saya merasa prihatin dengan kondisi negara kita saat ini," ujar Tommy.

Kata dia, etnis Tionghoa yang selama ini selalu berteriak-teriak tentang Bhinneka Tunggal Ika kenyataannya justru telah terbukti memilih seorang pemimpin bukan atas dasar kebhinnekaan.

"Ini adalah sebuah bentuk penghianatan dan penipuan terhadap bangsa Indonesia," tegas Tommy.

Karenanya, Tommy mengingatkan, agar bangsa Indonesia atau pribumi harus membuka mata bahwa nasionalisme Tionghoa di Indonesia telah bangkit menjadi sebuah kekuatan, dan Patriotisme Tionghoa bisa menular ke banyak orang Tionghoa lainnya, yang selama ini sudah memiliki rasa nasionalisme Indonesia.

"Nasionalisme Tionghoa ini bisa mengancam demokrasi dan mengancam nasib pribumi kedepannya. Pribumi harus sadar dan bersatu tanpa membeda-bedakan suku dan agama," pesan Tommy.

Diketahui, berdasarkan hasil rekapitulasi salinan C1 dalam real count Pilgub DKI yang dilakukan KPUD DKI Jakarta menempatkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat sebagai pemenang.(yn)

tag: #ahok  #pilkada-jakarta-2017  #tommy-soeharto  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...