Bisnis
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Jumat, 14 Des 2018 - 14:49:54 WIB
Bagikan Berita ini :

BPS: Desa Mandiri Naik 7,5% Sepanjang 2018

61BPS 1.jpg.jpg
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah desa tertinggal pada 2018 ini berjumlah 13.232 desa (17,96%) atau turun dibanding 2014 yang saat itu mencapai 19.750 desa (26,81%).

Kepala BPS, Suhariyanto menyatakan, pada 2018 ini desa mandiri mengalami kenaikan dari 2.894 desa (3,93%) menjadi 5.559 desa (7,55%). Desa berkembang juga mengalami peningkatan dari 51.026 desa (69,26%) menjadi 54.879 (74,49%).

“Hasil Podes (Potensi Desa)2018 menunjukkan keberhasilan pembangunan telah melebihi dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019, khususnya yang menyangkut sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan,” kata Suhariyanto, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Suhariyanto juga menyebutkan sebaran desa tertinggal di Provinsi Papua merupakan yang tertinggi di Indonesia (87,12%), Papua Barat (82,03%), Kalimantan Utara (61,07%), dan Maluku (46,42%).

Sedangkan sebaran desa mandiri, lanjut Suhariyanto lagi, paling banyak berada di Daerah Istimewa (D.I) Yogyakarta (40,31%), Bali (27,67%), Jawa Barat (22,48%) dan Sumatera Barat (20,10%). (ahm)

tag: #bps  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...