Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 19 Jan 2021 - 23:53:25 WIB
Bagikan Berita ini :

Buru Teroris Kelompok Ali Kora, Komjen Listyo Harus Tuntaskan Operasi Tinombala

tscom_news_photo_1611075205.jpg
Listyo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst, Harits Abu Ulya mengatakan tantangan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri yakni menuntaskan Operasi Tinombala untuk menangkap terorisme kelompok Ali Kora di Poso, Sulawesi Tengah.

Menurut dia, ada banyak tugas yang harus diselesaikan Komjen Listyo ketika sudah dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Jenderal Idham Azis, diantaranya menyelesaikan sisa-sisa kasus pada masa Jenderal Idham yang menjadi perhatian publik.

“Terutama kasus terbunuhnya enam orang FPI, dan kasus perburuan teroris di Poso dengan Operasi Tinombala yang berjilid-jilid itu serta separatisme OPM,” kata Harist saat dihubungi pada Selasa, 18 Januari 2021.

Terpenting, kata Harist, Komjen Listyo harus mampu membangun citra Polri mulai dari top leader sampai bawah itu bisa diterima masyarakat dengan baik. Makanya, Komjen Listyo perlu berbenah dengan melakukan reformasi internal Polri.

“Realitas masyarakat bawah itu memang ada distrust, ketidakpercayaan terhadap Polri. Jadi, butuh kerja keras untuk ditumbuhkan kepercayaan masyarakat ini, bagaimana bisa memastikan Polri itu promoter (profesional, modern dan terpercaya),” ujarnya.

Di samping itu, Harist mengatakan Komjen Listyo sebagai calon Kapolri diharapkan punya integritas yang baik dan bisa on the track. Sebab, hal ini dikaitkan juga dengan isu primordial bahwa penduduk Indonesia mayoritas muslim. Sedangkan, calon Kapolri Komjen Listyo non muslim.

“Kalau bisa profesional, dan membawa institusi ini bekerja sebagai pelayan publik dan penegak hukum, bukan sebagai pelayan kekuasaan, bukan sebagai alat kekuasaan. Maka, ini bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada Polri. Tentu, masyarakat masih punya harapan ada keadilan yang bisa tegak untuk semua pihak tanpa pandang bulu,” jelas dia.

Jadi, Harist mengatakan bahwa isu terorisme yang digencarkan sebagai tantangan bagi calon Kapolri Komjen Listyo karena beragama non muslim tentu sangat tidak relevan dan terlalu mengada-ada, bahkan kebablasan.

“Ada Pak Listyo atau tidak, isu teroris ktu memang sudah menjadi isu global. Jadi, tidak menunggu Pak Listyo yang non muslim menjadi Kapolri, tidak relevan dan enggak korelatif. Jadi kalau jualan isu teroris menjadi ancaman bagi Kapolri non muslim, itu terlalu mengada-ada,” tandasnya.

tag: #listyo-sigit-prabowo  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...