Berita
Oleh Bachtiar pada hari Kamis, 04 Mar 2021 - 11:00:05 WIB
Bagikan Berita ini :

Soal Kedaulatan Digital, Anggota Komisi I DPR Ini Sarankan Pemerintah Revisi PP

tscom_news_photo_1614830405.jpeg
Muhammad Farhan Politikus NasDem (Sumber foto : dpr.go.id)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan mengatakan, kedaulatan digital yang diharapkan Presiden Jokowi mesti dibarengi dengan pembenahan dari sisi kependudukannya terlebih dahulu.

Sebab, menurutnya, data kependudukan jadi elemen penting dalam mewujudkan kedaulatan digital.

"Pada dasarnya kedaulatan digital dimulai dari pengelolaan data digital Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Dukcapil Kemendagri. Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia sudah menjelaskan itu," jelas Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu saat dihubungi wartawan, Rabu (03/03/2021).

Langkah selanjutnya, lanjut dia, bicara kedaulatan digital, Indonesia perlu membangun infrastruktur pendukung terkait sektor digital.

"Kelanjutannya tentu pembangunan Pusat Data Nasional, sebuah infrastruktur fisik dan cloud yang akan menjadi tempat penyimpanan dan pengolahan big data atau meta data nasional," jelas dia.

Jika infrastrukturnya sudah terbentuk, Farhan menyarankan agar ada stakeholder khusus yang mengatur soal data agar data terkonsolidasi dengan baik.

"Wali penguasa dan pengelola datanya adalah Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan menteri atau lembaga negara teknis yang membutuhkan data tersebut," saran dia.

Farhan juga mewanti-wanti agar kedaulatan digital dapat terwujud, maka perlu didukung dengan perangkat regulasi yang memadai. Tidak semata didukung soal infrastruktur pendukung semata (yang bersifat fisik).

"Tetapi untuk melindungi data pribadi WNI agar tidak dicuri dan disalahgunakan, maka perlu dasar hukum perlindungannya. Maka kita di DPR perlu segera mengesahkan RUU PDP (Perlindungan Data Pribadi)," tandas Farhan.

"Maka bisa dikatakan kita di komisi 1 DPR RI memiliki peran penting perwujudan kedaulatan data yang merupakan inti kedaulatan digital nasional."

Adapun terkait keberadaan para pemain Over The Top/OTT (Google, Facebook, Netflix dan lain-lain) ditengah harapan akan kedaulatan digital, Farhan menilai, Pemerintah cukup tegas terhadap keberadaan raksasa-raksasa digital dunia itu.

"Mereka kena kewajiban pajak digital yang dikenakan atas dasar economics existence sesuai kewenangan Kemenkeu," katanya.

Farhan juga menepis jika ada anggapan keberadaan OTT belum diatur secara tegas oleh pemerintah.

"Kan sudah diatur di PP 71 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik," ungkapnya.

Bahkan, lanjut dia, kedaulatan digital negeri ini akan lebih kokoh jika rancangan undang-undang soal perlindungan data sudah jadi nantinya.

"Kalau UU PDP jadi maka akan ada lembaga yang melakukan tata laksana konten OTT," kata dia.

Kendati demikian, Farhan juga mendorong agar regulasi berupa Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur soal kedaulatan digital utamanya mesti berada pada spirit yang sama.

"Maka perlu dilakukan sinkronisasi karena PP 71 Tahun 2019 turunan UU ITE sedangkan PP 46 Tahun 2021 turunan UU Ciptaker, dua-duanya masih berlaku," tandasnya

Adapun bentuk sinkronisasinya, lanjut Farhan menyarankan agar pemerintah melakukan perbaikan terhadap regulasi berupa PP yang terkait soal sektor digital.

"Pemerintah melalui Menko Perekonomian melakukan revisi PP," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya transformasi digital. Namun begitu transformasi digital harus tetap menciptakan kedaulatan dan kemandirian digital.

“Tansformasi digital merupakan solusi tepat dan strategis untuk membawa Indonesia menuju masa depan. Namun juga sangat penting menciptakan kedaulatan dan kemandirian digital,” ucap Presiden Jokowi dalam peluncuran program konektivitas digital 2021 dan prangko seri gerakan vaksinasi nasional covid-19 di Istana Negara, Jumat (26/2/2021).

tag: #internet  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...