Bisnis
Oleh Ariful Hakim pada hari Kamis, 15 Apr 2021 - 15:01:13 WIB
Bagikan Berita ini :

RI Impor Kurma. Ini Nilainya Hingga Maret

tscom_news_photo_1618473673.jpg
Buah Kurma (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor kurma terjadi peningkatan dari awal tahun hingga Maret 2021. Jika ditotal, nilainya impor kurma yang dilakukan Indonesia mencapai US$ 42,3 juta.

"Kalau beberapa barang yang khusus Lebaran, khususnya kurma karena kita tidak memproduksi kurma," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Kamis (15/4/21).

Dia menyebut, nilai impor kurma yang dilakukan Indonesia selalu meningkat dari US$ 10,3 juta di Januari, lalu US$ 14,9 juta di Februari, dan US$ 17,1 juta di Maret. Dengan begitu, total nilainya US$ 42,3 juta pada kuartal I-2021.

"Jadi dari Januari sudah ada dan itu impor dari beberapa negara," katanya.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebut, langkah impor kurma menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga di pasar. Apalagi kurma merupakan buah atau makanan yang tidak diproduksi langsung di tanah air. Oleh karena itu, pasokan kurma harus dipenuhi melalui impor dan pasokan juga berpengaruh terhadap stabilitas harga dari kurma itu sendiri.

"Ada 3 pengimpor utama, Mesir, Tunia, dan Arab Saudi. Itu impor utama kurma," ungkapnya.

Namun demikian, berdasarkan catatan BPS, nilai kumulatif impor kurma di kuartal I-2021 yang mencapai US$ 42,3 juta ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 54,2 juta.

Pada Maret 2021, yang angka impor kurmanya mencapai US$ 17,1 juta, ternyata menurun 33,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 25,9 juta

tag: #impor-pangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...