Bisnis
Oleh Wiranto pada hari Sabtu, 31 Jul 2021 - 20:50:19 WIB
Bagikan Berita ini :

Pendapatan Anjlok, Lion Air Group merumahkan 8.050 karyawan

tscom_news_photo_1627739419.jpg
Lion air (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Lion Air Group merumahkan 8.050 karyawan atau setara 35 persen dari total karyawan. Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air, Batik Air dan Wings Air mempekerjakan sekitar 23.000 karyawan.

"Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan (status tidak Pemutusan Hubungan Kerja/ PHK) menurut beban kerja (load) di unit masing-masing yaitu kurang lebih presentase 25 - 35 persen karyawan dari 23.000 karyawan," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, Sabtu (31/7).

Lion Air Group saat ini hanya mengoperasikan 10 persen slot dari total frekuensi harian. Pada hari normal, Lion Air Group melayani hingga 1.400 penerbangan tiap harinya. Dengan menyusutnya frekuensi penerbangan, kondisi keuangan perusahaan sangat terpukul.

Selama masa pandemi, perusahaan tetap berkomitmen menjaga kemampuan para karyawan yang dirumahkan dengan jalan melakukan pelatihan virtual. Perusahaan juga masih terus mempelajari situasi keberlangsungan bisnis di tengah ketidakpastian pandemi.

“Lion Air Group juga mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan serta dari berbagai pihak hingga sampai saat ini masih beroperasi. Harapan utama pandemi COVID-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali,” katanya.

tag: #pesawat-terbang  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...