Berita
Oleh Bachtiar pada hari Kamis, 24 Feb 2022 - 20:01:55 WIB
Bagikan Berita ini :

Islah Bahrawi: Radikalisme Tak Hanya Berlandaskan Agama, Tapi....

tscom_news_photo_1645707715.jpg
Islah Bahrawi (tengah) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Setiap agama, pada dasarnya selalu menghargai perbedaan dan melawan segala bentuk kebencian dengan berlabel agama. Makna dasar itu menjadi berbeda, karena pemahaman manusia sebagai pemeluk dari tafsir-tafsir agama.

Kejahatan atas nama agama akan selalu terlihat terhormat. Keluarga jadi benteng pertama untuk mencegah penyebarannya.

Demikian ditegaskan Direktur Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi dalam bedah buku yang dia tulis dengan judul "Intoleransi dan Radikalisme Kuda Troya Politik dan Agama" di Waroeng Sadjoe Tebet, Jakarta Selatan," Kamis (24/2).

Kegagalan pada pemahaman makna dasar agama, kata Islah, ketika muncul kesimpulan bahwa segala tindak radikalisme selalu berlandaskan pada agama tanpa melihat faktor-faktor lainnya.

"Radikalisme tidak hanya berlandaskan agama, tapi ada juga yang berlandaskan pada ekonomi dan politik," kata Islah.

Memang harus diakui, kata dia, isu agama selalu menarik diperdebatkan. Bahkan, kejahatan yang dilabel dengan agama belakangan seperti satu hal terhormat bagi kelompok tertentu.

"Kejahatan atas nama agama akan selalu terlihat terhormat. Karena semua kejahatan yang menggunakan agama sebenarnya hanya ingin menormalisasi kejahatan itu sendiri," terangnya.

Sehingga, kata Islah, melalui buku yang dia tulis itu, ada harapan bahwa publik bisa kembali pada konsep awal agama yang membawa pesan kemanusiaan dan kedamaian.

"Apa pun agama dan tafsir yang diyakininya, jika dua prinsip ini dijalankan secara utuh maka agama tidak akan melenceng di kalangan penganutnya," pungkasnya.

Hadir pembicara kunci pada bedah buku itu, Penasehat Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Andy Soebjakto. Sebagai penanggap ada Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf, dan Wakil Ketua Khotib Syuriah PWNU DKI Jakarta Taufik Damas.

Sementara Andy Soebjakto mengingatkan soal ancaman adanya algoritma sosial yang memicu benturan sosial dengan berbaju agama terus meningkat.

"Media sosial tidak bisa dikontrol; Tantangan kita tidak cuma struktural, tapi juga ideologi transnasional juga terus masuk sehingga kita perlu waspada," tegasnya mengingatkan.

tag: #radikalisme  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...