Oleh Yudi Latif pada hari Sabtu, 05 Apr 2025 - 18:55:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Spiritualitas Embun

tscom_news_photo_1743854156.jpg
(Sumber foto : )

Saudaraku, jadilah seperti embun,
yang lahir dari bisik malam dan dingin langit. Dalam senyap fajar, embun bersujud, turun perlahan tanpa suara, menyentuh dunia tanpa luka, membawa pesan tak terucap. Ia bukan hanya air, juga dzikir yang menyegarkan bumi.

Ia tak menuntut tempat tertinggi,
cukup di ujung daun, di helai rumput nan rapuh, di kaca jendela yang merembeskan butiran rindu.

Ia tak lantang seperti guntur,
namun kehadirannya menenangkan semesta. Dalam diam, ia memuliakan Penciptanya,
melalui tugas kecil: menyentuh, menyegarkan, menghidupkan.

Embun tak pernah bertanya,
“Apakah aku berguna?” Ia hadir,
dan kehadirannya menjawab segalanya.

Lembut tapi kuat, diam tapi menyembuhkan. Ia menghapus debu malam, membangunkan pagi dengan ciuman sunyi.

Jadilah seperti embun, yang tak marah saat terik menyapanya pergi, karena ia tahu: kepergian adalah bagian dari memberi.

Ia tak butuh sorak sorai, tak perlu tepuk tangan. Ia hanya ingin menjadi jeda, di dunia yang terlalu gaduh mengejar segalanya.

Embun tak pernah lupa caranya jatuh perlahan, dan itulah caranya mengangkat dunia, tanpa pernah terlihat.

Embun tahu, tak perlu dikenal dunia untuk menjadi bagian dari keagungan. Ia hadir lalu menghilang, tanpa pernah merasa kehilangan.

Betapa ia mengerti fana—bahwa menjadi berarti bukan berarti abadi,
bahwa menguap menuju langit
adalah pulang ke asal muasal jiwa.

Jadilah seperti embun-- mengajarkan bahwa yang lembut pun bisa menguatkan, bahwa yang datang tanpa suara bisa meninggalkan makna paling dalam.

Jadilah seperti embun, yang setiap pagi mengajarkan pasrah, bahwa kerendahan bukan kelemahan, tetapi bentuk paling tinggi dari keikhlasan.

Ia adalah doa yang jatuh perlahan,
menyentuh tanah sebagai rahmat,
meninggalkan jejak kesucian
di antara debu kehidupan yang gelisah.
(Makrifat Lagi, YL)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Lainnya
Opini

Antara DPD RI dan Mosi Integral Natsir

Oleh AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
pada hari Sabtu, 05 Apr 2025
Bulan ini, 75 tahun yang lalu, tepatnya 3 April 1950. Seorang Pahlawan Nasional Indonesia, Mohammad Natsir dari atas podium Parlemen Indonesia, menyampaikan pikirannya tentang perjalanan Indonesia ...
Opini

Makelar Kasus dan Makelar Jabatan di Seputar Korupsi Pertamina

JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman menyatakan Tim Pidsus Kejaksaan Agung harus juga menelisik kontrak kerjasama jangka panjang pengadaan minyak ...