Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 20 Mei 2026 - 22:19:21 WIB
Bagikan Berita ini :

Ketika Pemberdayaan Jadi Pengalaman Berharga bagi Usaha Ultra Mikro

tscom_news_photo_1779290361.jpg
Pelaku UMKM binaan PNM (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Di tengah pembahasan mengenai akses pembiayaan bagi usaha ultra mikro, ada satu hal yang sering luput dari perhatian bahwa modal bukan satu-satunya kebutuhan untuk bertumbuh. Banyak usaha dari rumah tangga sesungguhnya memiliki daya juang tinggi, produk yang potensial, bahkan pasar yang terbuka. Namun tanpa akses pengetahuan, jejaring, kepercayaan diri, dan pendampingan yang tepat, usaha mereka kerap jalan di tempat.

Inilah yang membuat program Mekaarpreneur dari PNM menjadi relevan. Program ini tidak hanya berbicara tentang pembiayaan, tetapi juga tentang bagaimana pengusaha ultra mikro didampingi untuk naik kelas melalui proses inkubasi bisnis yang lebih terarah. Ada proses belajar, penguatan mental usaha, pengembangan produk, hingga cara melihat peluang pasar secara lebih luas.

Hasilnya mulai terlihat nyata. Yuliana Dewi Putri adalah salah satu yang merasakan manfaatnya. Produk herbal drink putri kini semakin mantap ia besarkan setelah mengikuti berbagai pelatihan dan inkubasi usaha dalam program Mekaarpreneur dan menjadi juara 1 di lingkup Bekasi-Jakarta.

“Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya share ke anggota kelompok,” ungkapnya bangga di berbagai wilayah para nasabah dengan perkembangan skill dan pengetahun yang progresif keluar menjadi juara Mekaarpreneur.

Pencapaian ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan simbol perubahan cara pandang. Mereka mendapatkan pengalaman yang sebelumnya mungkin tidak pernah terbayangkan seperti belajar mempresentasikan usaha, memahami strategi bisnis, membangun branding, hingga berinteraksi dalam ekosistem kewirausahaan yang lebih profesional.

Bagi banyak pengusaha ultra mikro, pengalaman seperti ini memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar penghargaan. Pendampingan membuat mereka merasa usahanya layak diperjuangkan.

Mereka tidak lagi berjalan sendiri. Ada ruang belajar, ada pihak yang percaya, dan ada kesempatan untuk berkembang.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tantangan pengusaha ultra mikro tidak berhenti pada keterbatasan modal. Banyak dari mereka menghadapi persoalan mendasar seperti kurangnya literasi bisnis, akses pasar yang terbatas, belum memahami pengelolaan keuangan, hingga minimnya keberanian untuk mengembangkan usaha.

Tidak sedikit pula yang sebenarnya memiliki produk yang baik, tetapi belum tahu bagaimana mengemas dan memasarkannya agar memiliki nilai tambah. Karena itu, pendekatan pemberdayaan menjadi sangat penting.

Pembiayaan memang menjadi pintu masuk, tetapi pendampingan adalah jembatan menuju keberlanjutan usaha. Ketika nasabah PNM Mekaar diberikan akses terhadap pelatihan, mentoring, jejaring, dan pengalaman baru, mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk tumbuh.

Program seperti Mekaarpreneur yang dijalankan oleh PNM menunjukkan bahwa pemberdayaan yang menyentuh aspek kapasitas diri dapat menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih kuat. Sebab pada akhirnya, yang dibutuhkan pengusaha ultra mikro bukan hanya tambahan modal usaha, melainkan juga tambahan pengetahuan, keberanian, kesempatan, dan keyakinan bahwa mereka mampu berkembang lebih jauh dari yang selama ini dibayangkan.

Mengusung hastag #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang.

tag: #pt-pnm  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement