Berita
Oleh Emka Abdullah pada hari Minggu, 02 Agu 2015 - 23:07:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Muktamar ke-33 NU, Gus Solah: Uang atau Ideologi yang Menang?

26gus_sholah_NU.jpg
KH Salahuddin Wahid (Sumber foto : Istimewa)

JOMBANG (TEROPONGSENAYAN) - Indikasi adanya politik uang dalam muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang semakin kuat setelah muktamar berjalan. Salah satu ketua PBNU periode 1999-2010, Andi Jamaro di arena muktamar mengatakan, setiap PCNU (pengurus cabang NU) ditawari uang sebesar RP 15 juta sampai Rp 25 juta.

Uang ini, menurut Andi, digunakan untuk mendukung mekanisme AHWA (ahlul halili al aqdi) yaitu institusi khusus yang berfungsi sebagai badan legislatif yang ditaati. Institusi ini berisi orang-orang berpengaruh dalam jamiyyah NU, dan dibentuk karena keperluan khusus. Sistem AHWA inilah yang nanti akan memilih Rois Aam NU di muktamar.

Salahuddin Wahid atau Gus Solah yang merupakan salah satu kandidat ketua umum PBNU mengakui bahwa isu politik uang dalam muktamar NU bukan isapan jempol. Gus Solah menegaskan, praktik politik uang yang dilakukan oknum-oknum tertentu di NU merupakan ujian bagi organisasi itu.

Baca juga :Adik Gus Dur Minta Jokowi Hentikan Pencitraan

"Ini benar-benar menjadi ujian bagi NU, apakah akan kalah dengan uang atau tetap teguh dengan ideologi," ujar Gus Solah yang dihubungi TeropongSenayan, Minggu (2/8/2015) malam.

Gus Solah minta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam permainan uang di muktamar NU ini untuk menghentikan aksinya.

"Ingatlah bahwa NU itu organisasi kebangkitan ulama. Bukan partai politik atau ormas biasa," pungkas Gus Solah. (mnx)

tag: #muktamar NU 2015  #politik uang di NU  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...